Mari Berbagi walaupun hanya sekedar Informasi

Berbagi informasi tentang segala hal positif

Aku rindu Anakku, Istriku dan Masjidku

with 9 comments

Lima bulan sudah aku merantau di negeri orang. Udara dingin Karlsruhe menusuk tulangku saat kutulis catatanku ini. Bukan karena aku berada diluar menikmati malam tapi karena pemanas ruangku mati otomatis dengan alasan penghematan.

Masih terekam jelas dalam otakku lambaian tangan anak dan istriku tercinta dari kejauhan saat aku menaiki tangga pesawat Lion Air. Yah penerbangan Lion Air JT 553 disambung dengan Lufthansa LH-779 melemparku jauh dari buah hati dan belahan jiwaku tidak tanggung-tanggung sejauh 11100 km atau seperempat keliling bumi (40.076 km).

Aku bersyukur sekali Ave anakku tidak menangis saat mengantarku di bandara. Kalo Ave menangis aku tidak akan tahan melihatnya dan akan semakin memberatkan langkahku. Mungkin karena anakku tersayang sudah menangis sejadi-jadinya di rumah sebelum berangkat. Aku peluk buah hatiku erat-erat, tak terasa air mataku mengalir seirama tangisan anakku. Istriku tercinta ikut menangis melihat kami berdua. Begitu berat aku meninggalkan bocah tiga tahun yang sedang butuh kasih sayang, perlindungan dan bimbingan papanya tercinta.

Demi menuntut ilmu aku mengabaikan kewajiban utama seorang ayah..mengukir tinta emas di pikiran dan hati bocah yang masih suci dari dosa. Kadangkala aku berpikir, setimpalkah pengorbanan yang aku lakukan?tak berdosakah aku pada Allah SWT karena aku telah mengabaikan tanggung jawabku mendidik titipanNya yang sungguh sangat berharga bagiku?

Terekam jelas pixel2 kenanganku bersama anakku..tersimpan dalam memori otakku dengan kode warna lebih dari 32 bit…tangisan anakku saat aku tinggal jum’atan. Setelah itu dia selalu menemaniku sholat lima waktu di masjid kampungku jika aku sedang libur tidak mengajar. Setiap aku mengenakan sarung..suara celat itu bertanya “papa mau kemana, ke masjid ya..ave ikut”..anak itu belajar sholat walaupun sujudnya masih tengkurap, dan tidak bisa duduk antara dua sujud karena tubuhnya yang gendut.

Moga Allah SWT melimpahkan rahmat dan petunjukNya bagi kami sekeluarga. Anakku waktu umur 7 bulan akan berhenti dari aktivitasnya sejenak saat mendengar suara adzan, SubhanAllah. Moga-moga dia akan menjadi seorang muslim yang kuat dan cerdas.

Aku merindukan istriku tercinta, celoteh cerewetnya yang membuat aku tegar menghadapi segala cobaan..Istriku memang wanita yang sangat bersih hatinya..Terimakasih Allah SWT atas nikmatMu padaku sekeluarga..Sekarang hanya suaranya yang dapat aku dengar..dan sesekali potongan gambar tak jelas dari aliran video streaming yang berbaur dengan berbagai data..berseliweran tak karuan dalam jaringan komunikasi negeriku yang memang masih semrawut…

Aku rindu suara adzan di kampungku…kini aku hanya mendengar suara adzan dari Laptopku..di Jerman suara adzan dilarang dengan alasan berisik..ya Allah, suara merdu itu dianggap berisik disini. Orang jerman sendiri secara personal sebenarnya sangat menghargai islam. Temenku selalu mengingatkan aku kalo aku salah masuk ke line makanan yang ada babinya walaupun itu hanya minyak saja. Temanku dengan detail akan menerangkan kandungan makanan. Memang nurani manusia menurutku selalu baik.

Islam adalah agama yang sangat cinta damai. Nabi Muhammad SAW bahkan membalas dengan doa dan senyuman ketika dilempar kotoran unta ke muka beliau. Benar-benar akhlak yang mulia. Dengan membalas kejahatan dengan kebaikan aku yakin Agamaku akan bersih dari segala tuduhan yang tidak benar. Bagiku agamaku dan bagimu agamamu. Kita hidup dalam dunia yang damai, penuh pengertian dan saling membantu.

Moga-moga rinduku cepat terobati, moga keluargaku bisa segera menemaniku disini.

About these ads

Written by dhidikp

February 26, 2009 at 9:50 pm

9 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Semoga Allah memudahkan jalannya Pak Dhidik…amiiin

    Lam kenal Faizal

    faizal makhrus

    March 3, 2009 at 2:52 am

    • Amin..terimakasih doanya..moga Pak Faizal juga senantiasa mendapat rahmatNya

      dhidikp

      March 3, 2009 at 4:22 pm

  2. Boss.. jadi sedih… aku tahu perasaan itu… emang nggak enak… huaaaaa…. rasanya pengin nangis… sabar ya boss.. semoga Allah memperlancar jalan kita, biar cepat lulus…

    Boss Ndut...

    March 5, 2009 at 2:16 am

  3. semoga semakin d kuatkan,bs cpt kelar desertasinya.smg jg kt bs cpt nyusul y

    lia

    March 5, 2009 at 2:42 am

  4. Amin…nunggu kedatangan kalian juni rasanya lama banget…semoga semua urusan lancar

    @Bos Ndut
    makasih bos ndut, sampeyan sekarang masih menikmati masa seneng2nya sampai di melben…beberapa bulan kerasa kangennya…moga2 diberi kesabaran juga..sukses selalu

    dhidikp

    March 5, 2009 at 7:29 pm

  5. wah pak… pengin ngasih komen, tapi gak bisa ngetik.

    moch taufik

    April 5, 2009 at 4:19 pm

  6. Pak, dulu aku juga merasakan hal yang sama. Aku seorang ibu ninggalin anakku perempuan umur 5 tahun. duhhh…dunia rasanya seperti di balik balik.
    sabar yah,…. buahnya manis kok…

    Hernita

    April 17, 2010 at 10:38 am

    • makasih Bu..dulu studi dimana?

      dhidikp

      April 17, 2010 at 5:38 pm

  7. saya juga rindu anak istri pak.anak saya 2,putri 4th,putra 3th.kami harus berpisah sementara,untuk bersama selamanya.demi agama kita harus rela.

    irwan

    May 4, 2011 at 8:38 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 32 other followers

%d bloggers like this: