Tips Mencari Supervisor
Tulisan ini ditujukan bagi yang sedang berusaha mendapatkan beasiswa luar negeri dan bingung tentang cara mencari Professor. Tulisan ini ditulis berdasarkan pengalaman penulis. Bagi yang telah berpengalaman mohon ditambahkan di komentar..
Seperti telah diungkapkan dalam tulisan sebelumnya bahwa mencari supervisor adalah hal yang penting kalau kita ingin mendapat beasiswa luar negeri. Beberapa lembaga beasiswa mensyaratkan pelamar harus sudah mempunyai kontak dengan calon supervisor. Untuk yang melamar S3 wajib melakukan kontak dengan calon supervisor. Untuk yang melamar S2 (yg bukan coursework) akan memberi nilai tambah tersendiri kalau sudah kontak supervisor.
Untuk mendapatkan supiervisor bisa lewat konferens internasional yang kita ikuti dan berkenalan langsung dengan profesor yang sebidang dengan kita. Cara yang kedua yang sering dilakukan adalah meminta temen kita yang sedang kuliah di luar negeri untuk mengenalkan profesor yang satu riset dengan kita. Cara pertama mungkin sulit untuk pemula dan tentunya butuh biaya. Cara yang kedua mungkin akan merepotkan temen kita yang di luar negeri dan belum tentu cocok dengan yang kita inginkan.
Cara yang ketiga dan ini yang aku lakukan adalah mencari supervisor lewat internet. Kalo kita ingin kuliah di Jerman cukup liat dari daftar univ (liat di tulisan saya sebelumnya). Masuk ke web univ tersebut. Kemudian cari institut yang dituju. Di web institut tersebut biasanya terdapat daftar professor dan publikasinya.
Ini saya contohkan untuk uni karlsruhe
1. klik web univ uni-karlsruhe
2. klik prospective student studieninteressiate
3. klik bidang yang dituju misal teknik
4. klik ke fakultas yang dituju misal fakultas teknik elektro dan informatik
informasi ini adalah informasi fakultas yang ada di web univ. Sebaiknya menuju web fakultas
5. klik web fakultas teknik elektro
6. klik institut
7. klik institut yang dipilih misal insitut frekuensi tinggi dan elektronik
8. klik staf di insitut tersebut mitarbeiter
Sekarang kita sudah mendapatkan daftar profesor di institut tersebut..kita tinggal klik prof-prof tersebut dan lihat rekam jejak penelitiannya yang sesuai dengan kita.
Untuk univ lain atau negara lain juga hampir sama. Kuncinya adalah di insitut ataupun research center di Univ tersebut. Web universitas yang dituju dapat dengan mudah ditanyakan ke Prof Google. Anda juga dapat melihat dari link berikut. Klik universitas yang anda cari di daftar ranking yang terdapat di link berikut ini
Peringkat Univ berdasar Webometrics
Yang perlu diperhatikan adalah langkah selanjutnya. Menurut pengalaman saya sebaiknya kita mengontak profesor tersebut melalui email dan mengutarakan maksud kita. Pada subject email sebaiknya bisa kita disebutkan “PhD Supervisor” atau “MSc Supervisor”. Pada email tersebut sertakan sekalian beberapa hal dibawah ini dalam attachment.
1. CV (tentang personal data, riwayat pendidikan, riwayat pekerjaan, keahlian, dan jangan lupa daftar publikasi)
2. riset proposal (usahakan daftar pustaka adalah jurnal-jurnal terbaru, kalo bisa ambil juga dari artikel calon supervisor)
3. ijasah transkrip
4. bukti kemampuan bahasa
Sebaiknya dibuat dalam satu file dan diubah ke PDF. Profesor banyak kerjaannya jadi kalau sebaiknya jangan terlalu banyak basa basi. Kalau tidak jadi satu file kemungkinan prof juga akan malas untuk melihat file attachment kita. Bagi yang belum punya PDF writer bisa download di link berikut
waktu saya download dan instal masih gratis. Liat dulu aturan lisensinya. Ada dua teman saya jadi korban waktu download dan instal suatu software tidak lihat aturan lisensinya (Bukan instal dan download software ini). Mereka harus membayar 125 euro untuk lisensi suatu software.
Satu hal lagi yang penting sekali. Kita harus benar-benar tahu tentang rekam jejak profesor tersebut. Usahakan mencari publikasi-publikasi beliau jika bidang memang sesuai. Pengantar di email bisa diawali dengan setelah membaca artikel berjudul bla bla bla…. Saya sangat tertarik dengan artikel tersebut. Hal ini akan membuat profesor yakin bahwa kita berminat di bidang beliau. Kalo membaca publikasi calon supervisornya saja ogah-ogahan apalagi nanti waktu riset. Mungkin itu yang ada dibenak para profesor.
Itu menurut pengalaman subjectif saya. Dengan cara tersebut saya diterima oleh professor di Australia, Inggris dan Jerman. Pengalaman teman yang lain mungkin berbeda. Kalo berkenan, saya minta tolong untuk ditambahkan di komentar bagi yang mempunyai pengalaman lain supaya teman-teman yang sedang berburu supervisor mendapat banyak masukan.
[...] Pemberi beasiswa biasanya akan memilih orang yang sudah siap. Jika kita sudah mendapatkan penerimaan dari profesor akan memberi nilai tambah tersendiri bagi kita. Silahkan lihat tulisan saya tentang tips mencari supervisor [...]
Tips Mendapatkan Beasiswa S2/S3 Luar Negeri « Mari Berbagi walaupun hanya sekedar Informasi
March 8, 2009 at 8:48 am
[...] sebagai berikut: – Lowongan S3 di Jerman – studi lanjut s2/s3 di jerman – persiapan bahasa jerman – tips mencari supervisor – kiat-kiat mendapatkan [...]
Berburu Beasiswa S2/S3 ke Luarnegeri « Mari Berbagi walaupun hanya sekedar Informasi
April 2, 2009 at 8:57 pm
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhu.
Pak saya mau nanya kira2 bisa ngga saya dapat besiswa, saya tamatan S1 Fak. Syari’ah IAIN Medan dan sekarang lagi menyelesaikan lagi S1 untuk jurusan manajemen. Ekonomi. saya belum pernah ikut les toefl saya sebenarnya tertarik untuk Beasiswa di Belanda, kira2 tidak sulit kan Pak untuk mendapatkan beasiswa kan Pak?
fikri
May 26, 2009 at 10:50 am
Wa’alaikumsalam
Jawabannya mungkin bukan sulit dan mudahnya, tapi tergantung pada usaha kita. Kalau bisa meningkatkan TOEFL setara dengan 550 international toefl yang paper based dan bisa menyakinkan pemberi beasiswa bahwa kita orang yang tepat untuk mendapatkan beasiswa tersebut insyaallah ada jalan. Tentunya fokus penelitian, cv, publikasi juga harus mendukung
dhidikp
May 27, 2009 at 5:53 pm
Pak saya PNS lulusan D3 STAN dan sekarang mencoba (baru tahap cari informasi) melanjutkan ke S1 Hukum di Un Lambung Mangkurat – Kalsel. Saya tertarik ikut beasiswa S2 di negara berbahasa inggris. Pertanyaan saya, apakah jurusan hukum bisa menjadi kendala dlm mendapatkan S2 hukum di luar negeri? karena perbedaan hukum di tiap2 negara.
Apakah sebaiknya saya melanjutkan ke S1 Ekonomi. Sekarang masih bimbang akan melanjutkan ke S1 Ekonomi atau S1 Hukum.
Feri
May 28, 2009 at 12:14 am
Perbedaan sistem hukum tidak menjadi kendala untuk sekolah s2 di luar negeri. Banyak teman2 hukum mengambil di perancis, di belanda di australia. Mungkin lebih baik mengambil ke negara yang sistemnya mirip semisal ke belanda tapi sebenarnya tidak masalah untuk mengambil dimanapun karena tingkat s2 lebih ke pengembangan keilmuan jadi akan semakin melengkapi sumber daya manusia yg ada.
kalo masalah memilih sekolah disesuaikan dengan minat, karir dan kemungkinan pengembangan potensi diri. Banyak pertimbangan lain yang tentunya mas feri pribadi lebih mengetahui
dhidikp
May 31, 2009 at 11:40 am
Ok, terima kasih mas…
Feri
June 5, 2009 at 8:33 am
makasih atas infonya.
saya sangat tertarik dengan tips2 dll bacaan yang ada di atas.
saya juga sangat ingin kuliah di luar negeri, terutama USA.
klo saya sudah lulus sma saya ingin kuliah di USA.
klo punya info yang lainnya yang berhungan tentang beasiswa,
pengalaman saat di luar negeri, berbagi cerita, dll.
bisa berbagi cerita dengan saya di kartikaayu40@yahoo.com
dan juga bs add di fb saya itu alamatnya.
makasih ya. salam kenal buat smuanya
dwi kartika ayu c.
August 10, 2009 at 2:31 pm
assalam mualakum wr wb
thanks atas informasinya.saya mau bertanya
saya tamatan Fak.kesehatan masyarakat UNMUHA aceh,slm nie selalu mengikuti informasi tentang beasiswa, dan berkeingin mendapatkannya.tadi di atas,.ke arah teknik, tolong bapak memberi petunjuk ..gimana klu ke program tersebut ke arah nutrition,..untuk beasiswa S2.
terima kasih
zal
August 25, 2009 at 4:53 pm
ada nggak pak pertukaran mahasiswa? saya mahasiswa semester 3 fak.Hukum Univ.Brawijaya,
ndawin
October 2, 2009 at 2:25 pm
kalo untuk pertukaran mahasiwa coba liat web berikut:
http://jakarta.daad.de/scholarships/scholarship_groupvisits.htm
atau buka daad jakarta trus ke scholarship trus pilih info yang utuk undergraduate
dhidikp
October 4, 2009 at 8:56 am
apa benar beasiswa dikti di australia 1,5 M ?
imam
November 30, 2009 at 1:34 am
mas mau nanya
sebaiknya ketika kita akan mencari supervisor , berapa banyak supervisor yang harus kita hubungin dalam satu waktu..
kemudian apabila kita sudah mendapatkan supervisor ,namun ternyata beasiswa yang kita ajukan tidak diterima
apa kemudian yang harus dilakukan?
pada cerita mas dhidikkp diceritakan bahwa mas diterima oleh 3 profesor yaitu Australia, Inggris dan Jerman . kemudian bagaimana mas bilang ke profesor bersangkutan ga jadi masuk ke universitas tersebut?
terima kasih
vania utami
January 23, 2010 at 1:25 pm
Assalamualaikum wr.wb.
Salam kenal Mas Dhidik. Terima kasih banyak atas infonya. Kebetulan saat ini saya sedang mencari jalan untuk bisa melanjutkan sekolah S3 ke luar negeri.
Saya ingin tanya, saat mencari kesempatan belajar di luar negeri via internet saya seringkali membaca adanya penawaran dari suatu Universitas yang mencari PhD candidate untuk research tertentu yang biasanya sudah sangat spesifik. Jika kebetulan topik research tersebut itu sesuai dengan interest kita, apakah kita tetap membuat riset proposal tersendiri atau bagaimana? Mohon informasinya.
Terima kasih
Ika Y
February 6, 2010 at 1:58 am
assalamalaikum…saya masih bingung apa “publikasi” yg dimaksud?
saya lulusan arsitektur itn mlg, ingin melanjutkan s2 di belanda, saya sudah mencari2 informasi kalau S2 harus minimal pengalaman kerja 2 thn, apa betul itu menjadi tolak ukur pertimbangan, karna saya baru lulus..dan jga predikat univ. negri ato swasta sblmnya saya kuliah jga menjadi tolak ukur akademik saya..terima kasih
arid prihambudi
March 29, 2011 at 2:24 pm
bisakah seorang lulusan s1 science melanjutkan s2 ekonomi dalam beasiswa ini
makasih masukanya
arach_nide
December 28, 2011 at 7:34 am
assalamualaikum, pak saya mau nanya, .
saya adalah mahasiswa STAIN jember jurusan tarbiyah (pendidikan islam),
bica mengenai penelitian, bagi jurusan tarbiyah seperti saya, penelitian apa ya pak yang sekiranya cocok untuk jurusan tersebut?
trimakasih seblumnya.
wassalamualaikum..
rozi
January 10, 2012 at 4:23 am
maksud kata penelitian di atas adalah penelitian untuk mendapatkan beasiswa s2 di luar negeri, soalnya saya sudah menginjak semester akhir
rozi
January 10, 2012 at 4:29 am
maksud dari kata penelitian diatas adalah penelitian untuk mendapatkan beasiswa s2 di luar negeri, soalnya saya sudah menginjak semester akhir
rozi
January 10, 2012 at 4:31 am
[...] Pemberi beasiswa biasanya akan memilih orang yang sudah siap. Jika kita sudah mendapatkan penerimaan dari profesor akan memberi nilai tambah tersendiri bagi kita. Silahkan lihat tulisan tentang Tips Mencari Supervisor [...]
Tips Mendapatkan Beasiswa ke Luar Negeri | Schoolindo.com
March 16, 2012 at 1:05 am