Mari Berbagi walaupun hanya sekedar Informasi

Berbagi informasi tentang segala hal positif

Pengalaman Pertamaku Bermaen Ski (bagian 1)

with 5 comments

Sudah lama aku dan teman-temanku di Karlsruhe ingin maen ski atau setidaknya melihat orang bermain ski. Di wilayah karlsruhe terdapat tempat bermain Ski yaitu di Schwarzwald atau Blackforest..Mungkin ada yang bertanya kok namanya seperti kue. Memang kue Blackforest asalnya dari Blackforest.

Kami sudah merencanakan lama untuk pergi ke swarzwald tapi kepastian untuk berangkat baru malam sebelum berangkat sehingga jam 12 malem aku dan temenku masih mencari rute di internet untuk menuju tempat ski tersebut. Aku tidak mau gagal lagi menemukan tempat itu. Sewaktu temanku dari jogja mampir ke jerman dia sangat ingin sekali melihat salju dan bemain salju tapi dengan pede nya aku tidak mencari di internet dan hanya mengandalkan informasi dari seorang teman.

Sebenarnya di jerman kita dimanjakan dengan fasilitas transportasi yang sangat bagus dengan website serta mesin otomatis untuk menanyakan rute yang bisa diandalkan. Jika ingin pergi kesuatu tempat tidak usah khawatir tersesat dengan mudah kita dapat bertanya di sistem jaringan transportasi tersebut. Bahkan jalur kita jalan kakipun digambar detail dalam peta rute yang kita inginkan. Tinggal masukan alamat kita sekarang dan alamat yang dituju maka akan tersedia beberapa pilihan jalur lengkap dengan waktu tempuh, mode yang dipakai dan harga tiketnya. Akhirnya karena aku pede dan tidak bertanya pada mas KVV (jaringan transportasi karlsruhe) aku dan temanku saat itu tidak menemukan tempat itu dan hanya jalan-jalan disekitar Forbach. Untung saja pemandangan di Forbach cukup indah. Dengan tatanan bangunan khas eropa dan sangat bersih tempatnya, membuat temanku tidak terlalu kecewa karena tidak ketemu putri salju hehe. Maka nya lain kali jangan sok tau hehe..Tanyakan pada ahlinya..www.bahn.de atau http://www.kvv.de😉

Akhirnya jam 10.33 kami berangkat dari Stasiun kereta menuju Untersmatt. Perjalanan ke untersmatt cukup lancar karena disini memang jarang terjadi kemacetan. Transportasi massal yang sangat handal dan nyaman. kenyamanan transportasi yang tidak pernah aku temukan di negeriku tercinta. Aku bukan peneliti transportasi jadi tidak begitu paham tentang hal ini. Mungkin pakar transportasi jerman pun cuma bisa geleng-geleng kepala tanda menyerah kalau disuruh mengurusi transportasi di jakarta:).

Sesampainya di Untersmatt kami bertujuh seperti orang aneh. Orang-orang yang mau bermain ski sudah lengkap membawa sepatu, baju dan celana khusus, helm dan sebagian sudah lengkap dengan papan ski. Kami hanya berpakain seperti biasa, jeans belel lengkap dengan jaket yang tidak pernah ganti serta tas yang isinya bukan sepatu ski atau helm pelindung ski. Bisakah ditebak apa isi tas mahasiswa indonesia yang mau main ski, Yah isinya kamera lengkap dengan tripodnya hehe. Kata temenku budaya orang kepala kuning (bule) dengan kepala item (orang asia) memang jauh berbeda. maaf ini bukan menyinggung ras, cuma guyonan temen-temen saja menyadari ketidaktahuannya. Mataku perih sekali karena sinar matahari ayng mengenai hamparan salju yang putih bersih sangat menyilaukan mata. Aku berhenti meledek temenku yang dari rumah sudah bawa kacamata hitam bukan karena dia tahu tapi karena memang kacamata hitamnya jarang lepas seperti mas ian kasela…

Semenjak turun dari bis dan berjalan ke tempat ski orang-orang pada keheranan, gerombolan darimana yang datang ke tempat ski seperti mau datang ke kuliah. kami cuek saja melenggang dan akhirnya menemukan tempat persewaan alat ski. Ternyata cukup mahal sewa sepatu tongkat dan papan ski, 14 euro/4 jam. Kamipun menyewa instruktur perjamnya 49 euro. Ski memang olahraga yang mahal.

Pertama kali kami diajari untuk memasang sepatu pada papan ski dan ternyata sangat mudah tinggal menaruh ujung depan ditempat yang pas, trus injak dengan tumit belakang sampai bunyi klek. Sepatu sebaiknya cari yang ukurannya satu tingkat daripada sepatu yang kita pakai. Sepatu ski beratnya minta ampun, dan kalau kekecilan sakit banget di kaki. Pelajaran pertama terlewati dengan mudah. Pelajaran kedua yaitu berbelok yang ternyata juga sederhana tinggal membuka dan menutupkan kaki bagian belakang. pelajaran ketiga adalah berjalan pelan-pelan ditempat datar. Pelan-pelan kami mengikuti langkah instuktur. Salah satu temanku jatuh tetapi instruktur tetap cuek saja. Temenku berusaha bangun tapi tetap tidak bisa. setelah lama dia berusaha bangun dan tidak bisa akhirnya ada orang lewat yang menolong menarik tangannya baru teman bisa bangun. aku ketawa terpingkal-pingkal melihat temenku tidak bisa bangun. yah kebanyakan tertawa memang tidak baik. Hati kita akan menjadi keras dan tidak merasakan penderitaan orang. Orang yang harusnya ditolong malah ditertawakan.

Bagi yang ingin mengunjungi untertsmatt bisa diklik di sini
Bersambung….

Written by dhidikp

March 4, 2009 at 12:07 am

5 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. bersambung??
    kapan mas..
    akhir bulan ini yuk.. klo kami dah kelar ujiannya..

    dave

    March 5, 2009 at 10:56 am

    • tuisan yang tenatng kita maen ski kemaren belum selesai…itu sambungaannya:)…kalo mau maen lagi boleh…akhir bulan nggak tau saljunya masih ada nggak..coba ntar diliat lagi

      dhidikp

      March 5, 2009 at 2:16 pm

  2. wah kalo nanti mau main ski tak usah nyewa instruktur lagi dong… sayang ni, tak kelihatan main ski-nya org Yogya, gimana gitu lho…

    meilana

    March 5, 2009 at 2:34 pm

  3. Betul Bapak, saya setuju, ski adalah olahraga yang sulit dan mahal. Seminggu ski di Les Alpes (Valmorel). Hari pertama saya merasa kapok, capek, dan tidak mau lagi. Sepatu ski itu yang membuat saya menangis. Tapi hari keenam saya tidak ingin pulang dari station ski itu, ternyata turun dari piste merah sangat menantang dan menyenangkan sampai berbekas sebuah biru besar dan lebar di bagian paha hahaha. Oya disisi lain, ski juga merupakan olahraga yang “sedikit angkuh” hahaha semoga Bapak tau alasannya. Salut Bapak! Karina.

    Karina

    March 7, 2013 at 10:19 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: