Mari Berbagi walaupun hanya sekedar Informasi

Berbagi informasi tentang segala hal positif

Perpustakaan: Ruh Universitas dan Pusat Riset

with 4 comments

Pagi itu seperti biasa aku tiba di Institutku dengan menumpang bus kebanggaan bertuliskan Europaische Schule (bis sekolahnya eropa yang penuh terus karena gratis). Sebelum naik ke lantai dua aku sempatkan mengecek kotak suratku. Aku kaget sekali ternyata buku “Survival Skill for Scientists” yang aku pesan lewat web perpustakan FZK telah sampai di kotak suratku. Aku kira aku harus mengambil sendiri pesanan buku tersebut ke perpustakaan. Ternyata layanan perpusatakaan FZK sangat nyaman. Dalam pikiranku mungkin suatu saat riset centerku membangun lorong2 dengan conveyor otomatis untuk mengantarkan lalu lintas barang antar institut, sehingga kita tinggal pesan dan barang sampai di ruangan kita secara outomatis. Sesuatu berawal dari mimpi dan khayalan.

Terlintas dalam benakku kondisi perpustakaan di salah satu universitas paling bergengsi di Indonesia. Perpustakaan Pusat berisi buku2 lusuh yang menganut filosofi “barang antik mahal harganya”.
Begitu juga dengan perpustakaan fakultas, jurusan maupun perpustakaan untuk pascasarjana. Lebih terkesan seadanya, sekenanya dan tentunya kita lebih sering kecewa karena tidak menemukan buku yang kita cari.
Buku agak baru hanya boleh dipinjam selama sehari, buku-buku jaman perjuangan boleh dipinjam selama satu minggu. Buku baru tidak boleh dipinjam dan hanya baca ditempat. Entah apa yang ada dibenak para pengurus perpustakaan ini. Mungkin takut buku barunya kotor. Tampang-tampang seram petugas perpustakaan yang tiap hari kerjaannya membersihkan buku-buku dari debu menambah lengkap penderitaan para mahasiswa di Universitas yang sangat terkenal tersebut.

Perpustakaan onlinenya pun tidak kalah mengenaskan. Kita hanya disuguhin dengan abstract dari jurnal yang kita inginkan. Kadang aku berpikir apakah kita mahasiswa ini diajari jadi paranormal sehingga harus menebak isi jurnal keseluruhan dari abstract tersebut.

Hal tersebut sangat kontrar dengan kondisi perpustakaan di luar negeri. Aku merasakan kenyamanan yang luar biasa dengan kondisi perpustakaan tempatku belajar. Beberapa keunggulan perpustakaan di Universitaet Karlsruhe yang aku amati adalah sebagai berikut:
1. Waktu buka 24 Jam sehari dan terus menerus tanpa ada libur
Perpustakaan disini sangat hidup sehingga banyak sekali mahasiswa yang meluangkan waktu untuk membaca-baca ataupun untuk belajar di tempat yang sangat nyaman. Untuk dapat masuk ke perpustakaan pada hari libur mahasiswa cukup menggunakan kartu mahasiswa sebagai kunci pintu perpustakaan.
2.Koleksi pustaka yang sangat lengkap
Buku-buku terbaru tersedia dengan jumlah yang sangat banyak. Jumlah buku yang banyak membuat kita dapat meminjam buku dalam jumlah puluhan dalam sekali pinjam.
3.Jalinan kerjasama dengan perpustakaan lain
Apabila kita tidak menemukan buku yang kita cari maka kita dapat memesan buku tersebut dan perpustakaan akan menghubungi perpustakaan lain yang memiliki buku tersebut.
4.Layanan online
Sistem informasi perpustakaan berbasis web sangat memudahkan pengguna dalam mencari pustaka. Apabila telah ketemu buku akan ditaruh di tempat rak pengambilan sesuai nomer anggota kita sehingga kita tidak perlu kesulitan untuk mencari. Bahkan perpustakaan di pusat risetku buku diantar sampe ke tempat peminjam.
5.Sistem otomatisasi peminjaman dan pengembalian
Untuk meminjam buku sangatlah nyaman, pelanggan tinggal menaruh buku di atas meja yang berfungsi sebagai scanner dan dengan sendirinya komputer akan mengenali buku yang dipinjam. Tidak perlu satu-satu untuk menscan dengan bar code karena dengan sistem ini komputer dapat mengenali banyak buku sekaligus hanya dengan melihat sedikit gambar dari buku tersebut.
Untuk pengembalian cukup dengan menaruh dalam sebuah mesin dan buku akan tercatat secara otomatis.
6.Waktu peminjaman yang cukup lama
Waktu pinjam cukup lama yaitu sebulan dan dapat diperpanjang selama 5 kali. Sehingga total 6 bulan. Memperpanjang buku cukup dari internet.
Selain perpustakaan tersebut, universitas dan riset center berlangganan jurnal internasional sehingga para mahasiswanya bebas untuk download artikel yang dibutuhkan dalam penelitiannya.

Beberapa hal yang dapat segera dibenahi dari perpustakaan di Indonesia adalah sebagai berikut:
– Waktu buka diperpanjang, Kalaupun tidak bisa 24 jam minimal sampai jam 12 malam. Masalah automatisasi bisa digantikan sementara dengan penjaga yang jamnya bergiliran.
– Menambah jumlah buku yang dapat dipinjam dan lama peminjaman
Satu orang mahasiswa dapat meminjam misal sampai 10 buku. Tidak perlu khawatir perpustakaan kosong dari buku. Akan lebih bermanfaat kalo buku tersebut dipinjam daripada berdebu di perpustakaan. Waktu peminjaman juga dapat diperlama dengan catatan tidak ada orang lain yang memesan buku tersebut.
– Meningkatkan jalinan kerjasama antar perpustakaan
Apabila buku tidak ada bisa diusahakan dari tempat lain. Untuk biaya pengiriman sementara dapat dibebankan pada pelanggan yang memesan.
-Meningkatkan layanan online
sistem informasi perpustakaan harus bener2 terpadu dan berfungsi memudahkan pelanggannya. Untuk urusan memperpanjang buku sebaiknya dapat dilakukan dari internet.

Bagaimana universitas atau riset center akan maju jika perpustakaannya saja terbengkalai. Mahasiswa tanpa buku ibarat tentara tanpa senjata maju ke medan pertempuran. Kita dapat membayangkan apa yang akan terjadi. Bukti nyata telah terlihat, universitas dan riset center di Indonesia semakin lama semakin tertinggal.
Mari kita peduli terhadap pengembangan perpustakaan karena di perpustakaanlah mahasiswa mencari senjata untuk berperang dalam kemajuan ilmu dan teknologi.

Ditulis oleh: Dhidik Prastiyanto

Written by dhidikp

April 2, 2009 at 8:37 pm

4 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Kalau saya masih mmpertanyakan budaya masyarakat (mhs) kita, apakah sdh siap dibuat system spt itu ya?.

    Di MY lumayan mending ya dbanding negri kita, pinjam buku boleh 30 buah sekali pinjam & bs diperpnjang scr online smpai 3x kcuali kalo ada request. Cuma techlogy nya msh manual discan perbuku oleh petugas & tdk ada pghantaran lgsg. Waktu buka perpus pun lumayan lama dr jam 8.30 am smpai jam 11.00 pm.Jurnal & krjasama dg perpus lain jg OK disini, cuma realisasinya blm tahu ni.

    Nuwun

    http://meilana.wordpress.com/2009/04/01/happiness-is-a-voyage-2/#more-480

    meilana

    April 3, 2009 at 6:51 am

    • Aku kira kebiasaan tersebut akan tumbuh seiiring dengan fasilitas dan kebijakan universitas/pusat riset di Indonesia. Ini bisa dibuktikan dengan menjamurnya fasilitas hotspot dikampus banyak mhs yang memanfaatkannya. Begitu juga dengan usaha perbaikan fasilitas, sarana, sistem dan aturan di perpustakaan, aku yakin sedikit demi sedikit mahasiwa akan etrbiasa belajar di perpustakaan

      dhidikp

      April 6, 2009 at 11:28 am

  2. Beruntung sekali kalau fasilitas di tempat Pak Dhidik sgt memadai.Di uni saya, tidak diragukan kalau koleksi dan pelayanannya jg sgt2 memadai apalagi kalau dibandingkan perpus2 di Indonesia. Kalau tidak ada literatur tertentu yg kita butuhkan, bs dgn mudah kt request jg.
    Tetapi di atas langit tetap masih ada langit. Untuk disiplin ilmu sy yg highly Asian experienced, koleksinya nya msh sgt terbatas. Perpustakan di almamater sy dulu di Canberra jauh lebih lengkap. Ajaibnya, waktu sy disana, mahasiswanya terutama mahasiswa lokal masih saja mengeluh kalau koleksi perpus nya banyakan buku2 lama. Memang sulit sekali ya…. bahkan hanya untuk mendekati kesempurnaan.

    WIwandari

    April 7, 2009 at 9:11 pm

  3. Iya bu..kebetulan tema riset saya memang masih menjadi fokus di riset center saya jadi memang semua pelayanannya memuaskan.

    Yang terpenting pengembangan perpustakaan univ kita di indonesia Bu.Masih sangat memprihatinkan kondisinya

    dhidikp

    April 7, 2009 at 9:18 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: