Mari Berbagi walaupun hanya sekedar Informasi

Berbagi informasi tentang segala hal positif

Musim Semi tak Mampu Menghangatkan Hatiku

with one comment

Hari-hari kelabu musim dingin telah berlalu. Selamat tinggal musim dingin yang meryebalkan. Musim dingin di Karlsruhe tahun ini mencapai puncaknya -17 derajat celcius sehingga membuat warganya menghindari aktivitas di luar ruangan.Setelah lebih dari 4 bulan kedinginan, kini suhu udara mulai merangkak naek dan musim semipun telah tiba. Bunga-bunga bermekaran seirama dengan keceriaan hati penduduk kota kecil tempatku belajar.

Orang-orang lalu lalang di pusat kota Karlsruhe, mata-mata berbinar menikmati hangatnya sinar matahari di musim semi. Warung ice cream diserbu pengunjung yang sudah rindu menikmatinya. Mereka bercengkrama, bersendau gurau dalam kebahagian menyambut kehangatan suhu yang selama berbulan-bulan lenyap ditelan musim dingin. Hal yang semula aku anggap aneh karena di kampung halamanku aku tidak pernah melihat orang yang begitu senangnya menikmati kehangatan matahari.

Hal yang aku perhatikan adalah terjadi perubahan pada perilaku, cara berpakaian dan gaya hidup orang pada setiap musim. Musim semi orang seperti terbebas dari penjara. Berseri-seri wajahnya dan memadati restoran yang sengaja menyajikan makanan dibawah terik matahari.

Sesuatu yang terlintas dalam benakku adalah, mungkinkah variasi kehidupan yang lebih dinamis karena pengaruh musim ini membuat negara dengan empat musim lebih maju daripada negara dengan 2 musim. Orang-orang disini terbiasa dengan perubahan sehingga dapat memacu kreativitasnya. Ini hanya dugaanku saja. Aku bukan seorang peneliti sosial yang berambisi membuktikan dugaanku.

Cuaca yang cerah akhir pekan ini tetap saja tak mampu mengisi hatiku yang sepi. Aku rindu sekali dengan keceriaan dan canda tawa anakku tercinta. Ave anakku tersayang sangat senang jalan-jalan di akhir pekan menikmati indahnya kota jogja. Mulutnya tidak berhenti bercerita tentang mainannya dan menanyakan sesuatu yang tidak diketahuinya.

Aku rindu mencium pipinya yang seperti bakpao, aku rindu menggendongnya meskipun punggung terasa pegal karena tubuhnya yang besar. Suaranya lewat telepon tidak juga mengobati rinduku. Sungguh lama waktu berjalan ketika kuingat anak dan istriku tercinta nun jauh disana.

Hari ini tepat setengah tahun aku mengembara mencari ilmu yang aku impikan. Menyusuri lorong berliku dalam kesendirian dan kesunyian hati yang sepi. Memang benar ajaran agamaku yang menganjurkan keluarga untuk senantiasa bersama. Dalam candaku dengan teman-teman akrabku di Karlsruhe, sebenarnya dalam hati terdalam aku selalu mengingat buah hati dan belahan jiwaku.

Hari ini mamiku tercinta terbang menunaikan umroh di tanah suci. Tak terasa menetes air mataku mendoakan mami dapat menjalankan ibadah dengan lancar. Aku mengkhawatirkan kondisi kesehatannya. Moga Allah SWT menguatkan fisiknya untuk menjalankan ibadah. Aku titip doa pada mamiku agar kami sekeluarga cepat dapat berkumpul kembali.

Hidup memang penuh perjuangan, moga-moga aku diberi kekuatan untuk menjalankan amanah untuk menuntut ilmu.

Written by dhidikp

April 5, 2009 at 8:53 pm

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. aku juga dulu merasakan hal yang sama di musim dingin di Lueneburg. Kayak orang gila rasanya. Sepiiiiii……sepii tempatnya sepi hatinya. Tak sadar rasanya Igel pun bisa kuajak ngomong..kebetulan ada anak Igel yang selalu nempel di jendela ku mungkin dia kedinginan.
    Iyah.. di sana baru bisa mensyukuri sinar matahari yang dulunya gak pernah kita rasankan..
    Selamat berjuang melawan sepi…

    Hernita

    April 17, 2010 at 10:43 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: