Mari Berbagi walaupun hanya sekedar Informasi

Berbagi informasi tentang segala hal positif

Kasus Seorang “Pakar Telematika”

leave a comment »

Tulisan ini tidak bertujuan untuk menjelekan seseorang tapi hanya mengambil hikmah dari setiap kejadian yang penulis amati dan alami. Tulisan ini dibuat setelah melihat video youtube diskusi seorang “Pakar Telematika” di sebuah acara televisi swasta di Indonesia dan melihat sebuah page di salah satu jaringan sosial yang menolak sang “Pakar”. Tanda pakar dalam petik sebagai penegasan bahwa banyak orang yang meragukan kepakarannya. Penolakan terhadap sang “Pakar” karena dia tidak mempunyai latar belakang pendidikan di bidang telematika dan komentar-komentarnya di berbagai media yang meluncur begitu saja seperti tanpa dipikirkan.

Dalam acara diskusi tersebut SP (singkatan “sang pakar”) ditanya oleh pembawa acara tentang Ringback Tone yang ingin dia hapus tapi tetap saja muncul (sebagai nada tunggu yang terdengar di hp yang melakukan dial) saat temannya menelpon. Jawaban SP sungguh mengejutkan. SP menyarankan untuk memback up Handphone dan merestore setting default saat terjadi hal seperti ini. Sungguh asal-asalan jawaban “Sang Pakar” .Berikut saya jelaskan mengapa saya berbendapat bahwa SP asal-asalan menjawab. RBT tidak dibangkitkan oleh pesawat HP pemanggil ataupun penerima. RBT dibangkitkan oleh sistem Switch yang biasanya dikelola oleh operator telekomunikasi. RBT dapat dibangkitkan oleh sistem switch operator yang dipanggil maupun operator yang memanggil. Hal yang umum RBT dibangkitkan oleh switching pada operatorpyang dipanggil dan dikirimkan melalui jalur signaling ke HP yang memanggil sebagai nada tunggu atau lebih dikenal dengan nada sambung pribadi . Untuk menghapus RBT bisa dilakukan dengan unsubscribe layanan tersebut. Untuk unsubscribe caranya tergantung dari penyedia layanan RBT tersebut.Dengan mudah kita dapat menanyakan ke customer service operator yang kita pakai.

Ada dua hal yang bisa diambil hikmahnya dalam kasus ini:
1. Penyedia layanan RBT biasanya berlaku “curang”. Mereka dengan gencar mempromosikan cara untuk berlangganan RBT tersebut akan tetapi cara untuk berhenti berlangganan tidak ditulis dalam promosi itu. Beginilah ulah para penyedia layanan untuk mengelabuhi pelanggannya yang orang awam. Hal ini tidak seharusnya dilakukan. Saya sendiri pernah mengalami hal yang sama tapi dalam layanan pembelian tiket pesawat. Saya tidak membaca peraturan pemesanan karena aturan tersebut ditempatkan dalam menu yang berbeda dengan menu pemesanan. Ternyata ada aturan yang tersembunyi dalam menu lain yang menyebutkan pembatalan pemesanan dengan cara apapun akan didenda 50 euro (padahal baru sebatas booking dan saya belum mentransfer pembayaran). Saya pikir kalo website agen di Jerman semua beretika baik dalam bisnis ternyata saya salah menilai.

2. Hikmah yang kita dapat ambil dari “Sang Pakar” adalah bersikaplah jantan kalau memang tidak mengetahui tentang sesuatu. Asal-asalan menjawab sebuah pertanyaan akan menurunkan kredibilitas seorang Pakar. Untuk hal ini saya mempunyai pengalaman yang cukup menarik. Saya menanyakan tentang hasil pengukuran yang saya lakukan ke Profesor saya. Profesor saya dengan gentle mengakui bahwa beliau belum tahu persis salah tidaknya hasil pengukuran saya. Beliau kemudian mencari sumber dari artikel yang beliau tulis. Setelah mendapat dasar yang jelas baru beliau berkomentar terhadap hasil pengukuran yang saya lakukan. Hal yang sangat mengagumkan dari seorang Profesor yang mempunyaiartikel di jurnal dan koferens internasional lebih dari 1000 judul. Tidak banyak ilmuwan di dunia yang mempunyai publikasi ilmiah sebanyak beliau. Sikap profesionalitas yang patut ditiru.

Semoga kita dapat mengambil hikmah dari segala hal yang kita alami. Moga kita yang diberikan ilmu dapat menyampaikan kepada orang lain dengan benar. Belajar dari kesalahan sehingga semua menjadi lebih baik.

Ditulis oleh: Dhidik Prastiyanto

Written by dhidikp

April 13, 2009 at 9:30 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: