Mari Berbagi walaupun hanya sekedar Informasi

Berbagi informasi tentang segala hal positif

Efek Multitasking

with one comment

Tulisan tentang efek multitasking ini dibuat berdasar pendapat pribadi penulis dengan beberapa sumber.
Multitasking atau mengerjakan beberapa aktivitas adalah hal yang biasa dilakukan. Belajar sambil mendengarkan musik termasuk salah satunya. Contoh ini adalah salah satu multitasking yang dapat meningkatkan produktivitas dengan syarat karakteristik musiknya tidak terlalu menyita perhatian. Berolahraga sambil mendengarkan musik juga mempunyai efek yang positif.

Yang perlu diperhatikan adalah multitasking dua kegiatan atau lebih yang sama-sama membutuhkan konsentrasi. Multitasking jenis ini bisa membahayakan otak kita. Paling tidak multitasking ini akan membuat kualitas pekerjaan kita menurun. Bisa dicontohkan adalah belajar sambil menonton televisi, atau yang sedang tren adalah bekerja sambil bermain facebook. hal ini tentunya juga tergantung kemampuan otak seseorang memanajamen pekerjaaan dalam satu waktu. Kalau mau dibuktikan bisa kita ambil contoh kita bekerja selama 2 jam sambil bermain facebook secara bersamaan. Coba bandingkan dengan bekerja konsentrasi penuh selama 1 jam 45 menit. Kemudian 15 menit berikutnya konsentrasi penuh untuk bermain facebook. Bisa juga kita belajar selama 1 jam kemudian istirahat 15 menit untuk facebook dan dilanjutkan untuk bekerja kembali. Saya pernah mencobanya dan pada kasus kedua dan ketiga hasilnya kualitas kerjaan lebih baik dan facebookpun tidak terlewatkan walaupun hanya dilakukan dalam 15 menit.

Dalam Daily Science dilaporkan bahwa multitasking mengubah kebiasaan otak dalam memproses sesuatu. Seharusnya saat belajar yang memerlukan kemampuan untuk mengingat dan menyimpan informasi (declarative memory) maka bagian otak yang digunakan adalah bagian hippocampus. Saat otak kita tidak berkonsentrasi karena mutitasking maka pelajaran yang seharusnya deskriptif tersebut dikerjakan oleh bagian otak striatum. Striatum adalah bagian otak yang digunakan salah satunya untuk mengendalikan kemampuan motorik kita. Pada penderita Parkinson, otak yang rusak adalah bagian ini. Pada studi tersebut dilaporkan multitasking mengubah kebiasaan pemrosesan pada otak kita.

Dalam sebuah artikel dijelaskan bahwa multitasking diperlukan dalam kehidupan modern ini. Tetapi menurut pendapat saya, penulis dalam hal ini tidak melakukan studi yang komprehensif. Penjelasan dalam artikel tersebut semata menjelaskan bahwa multitasking tidak bisa dihindari. Contoh yang dikemukakan bahwa seorang IT manajer mengerjakan 12 project secara bersamaan adalah contoh yang kurang tepat untuk menjelaskan efek multitasking pada otak maupun kualitas pekerjaan. Seorang IT manajer tentunya mempunyai banyak anak buah yang akan mengerjakan project-project itu. Si manajer dapat saja merencanakan, mengevaluasi project-project itu bukan dalam hal bersamaan tapi bergantian. Mengevaluasi dan menganalis projet 1 selama satu jam dilanjutkan ke project lainnya, atau cara lain yang bisa bermacam tergantung pelakunya.

Hal yang ditekankan pada laporan di Science Daily adalah multitasking yang benar-benar menggunaan otak untuk menghandle dua atau lebih pekerjaan dalam waktu bersamaan. Kita sebagai pembaca haruslah kritis, menyerap ilmu yang didapat mempelajarinya dan menyesuaikan dengan kondisi kita.

Saya juga mengamati perilaku teman-teman sekantor saya di indonesia dan di Jerman. Orang-orang indonesia cenderung tidak bisa fokus dalam mengerjakan pekerjaan. Belum selesai suatu pekerjaan sudah ditinggal untuk mengobrol ngalor-ngidul bukan pada saat jam istirahat. Teman-teman sekantor saya di Jerman lebih fokus pada pekerjaan yang sedang dikerjakan. Mereka kalo sudha diruangan dan di depan komputer akan tetap disitu konsentrasi sampai jam istirahat datang. Setelah itu bekerja lagi sampai coffe break sore dan kembali bertemu di dapur ngopi sambil ngobrol ngalor ngidul.

Orang Jerman saat akhir pekan akan larut dalam pesta pora dan kembali konsentrasi bekerja pada hari senin. Budaya pesta poranya tidak perlu dicontoh, tetapi pola mereka mengatur waktu dan konsentrasi yang patut dicontoh.

Sumber:
1. Science Daily
2. Inc.com

Ditulis oleh:
Dhidik Prastiyanto

Written by dhidikp

May 2, 2009 at 9:44 pm

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. […] nge-blog, trus denger mp3 sambil bawa motor, nah seudah baca di blognya Mas Dhidik Prastiyanto di sini,  kayanya kegiatannya emang harus dipilih-pilih deh jangan yang memerlukan konsen semua nanti […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: