Mari Berbagi walaupun hanya sekedar Informasi

Berbagi informasi tentang segala hal positif

Tips Menulis Proposal Riset

with 7 comments

Tips menulis proposal riset yang akan dibahas disini adalah proposal riset yang akan dipergunakan untuk mencari beasiswa luar negeri. Tulisan berikut hanyalah saran dan untuk memperluas pandangan tentang proposal riset. Setiap lembaga beasiswa mempunyai penilaian tersendiri, begitu juga setiap profesor.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis proposal riset:

1. Pilih tema yang sesuai dengan minat kita dan banyak publikasi kita yang mendukung tema tersebut.
Hal ini sangat penting untuk mendukung kompetensi kita dalam riset tersebut. Usahakan tema tersebut berkaitan dengan publikasi ilmiah kita. Publikasi yang dimaksud adalah publikasi dalam jurnal maupun konferens. Kalo belum mempunyai setidaknya adalah berkaitan dengan skripsi, tesis atau proyek yang pernah kita kerjakan. Untuk menentukan tema kalau kita memang sudah berkiprah lama di bidang tersebut dan banyak mempunyai publikasi, kita dapat dengan percaya diri memilih tema sesuai selera kita baru mencari profesor yang sesuai. Kalau publikasi dan background masih pas-pasan sebaiknya mencari dulu profesor yang akan dilamar dan melihat publikasi beliau untuk menyesuaikan tema kita. Hal yang perlu diingat adalah kesesuaian tema kita dengan minat riset profesor tersebut.

2. Hindari kesalahan ketik dan kesalahan grammar.
Kesalahan penulisan dan grammar adalah sesuatu yang menjengkelkan bagi seorang profesor yang membaca lamaran mahasiswa calon bimbingannya. Untuk menghindari ini pergunakan check spelling dan grammar word processing yang kita gunakan. Cetak proposal tersebut dan bacalah dengan seksama. Adalah hal yang aneh kalo kita sendiri malas untuk membaca tulisan kita tetapi memaksa profesor untuk membacanya. Coret jika ada kesalahan penulisan dan tandai baris tersebut. Lakukan ini minimal 3 kali untuk menghindari salah tulis.

3. Tulislah dalam bahasa yang jelas dan hindari penggunaan kalimat yang terlalu panjang
Kalimat yang panjang dan mengandung banyak makna akan membuat orang malas untuk membacanya.

4. Hindari proposal yang terlalu panjang
Tidak ada standar yang jelas mengenai jumlah halaman, tetapi proposal yang singkat dan padat lebih disukai banyak profesor karena waktu mereka yang memang sangat sibuk. Beberapa referens menyebutkan tidak lebih dari 2000 kata. Ada juga referens yang menyebutkan 6-10 halaman.

5. Gunakan referensi dari jurnal dan artikel terbaru
Sebisa mungkin gunakan referensi jurnal dan artikel karena jurnal dan artikel lebih update daripada buku. Ilmuwan akan menuliskan penelitiannya dalam sebuah artikel terlebih dahulu sebelum menerbitkannya menjadi buku. Untuk artikel ini sebaiknya diusahakan salah satunya adalah artikel yang dipublikasikan oleh supervisor yang mau kita lamar sebagai calon supervisor kita. Hal ini untuk menunjukkan keseriusan minat kita pada bidang tersebut dan keterkaitan bidang tersebut dengan riset sang profesor. Jurnal bisa didapatkan dengan mendaftar menjadi member suatu organisasi misal IEEE (harga per jurnal cukup mahal jika menjadi member perseorangan, sekitar 25 USD) atau didapatkan dari kampus yang berlangganan jurnal tersebut. Cara lain adalah dengan meminta jurnal tersebut pada pengarangnya. Beberapa pengarang bersedia memberikan secara gratis (jarang). Atau cara yang paling tidak membutuhkan modal adalah membaca abstrak dari jurnal tersebut. Sebenarnya secara etika ilmiah, kalau anda menyebutkan artikel tersebut, haruslah sudah membaca penuh isi artikel.

6. Hati-hati mengutip kalimat dalam penelusuran pustaka.
Plagiarism adalah hal yang sangat tabu dalam dunia ilmiah. Kutipan persis suatu kalimat walaupun sudah dirujuk ke sumbernya adalah suatu tindakan plagiat. Usahakan kalau merujuk ke pustaka, kalimatnya adalah hasil analisis kita terhadap pustaka tersebut, tanpa perlu mengutip satupun kalimat dalam pustaka itu.

Adapun susunan dari proposal tidak ada standar baku yang diacu semua lembaga. Setiap lembaga dan profesor mempunyai susunan sendiri dalam pembuatan proposal. Sebagai contoh berikut adalah susunan proposal yang saya pake dalam proposal riset saya:

– Project Title
Judul singkat dan jelas tanpa adanya kata yang tidak berguna.

– Introduction
Kemukakan dengan jelas tentang inti riset dan latar belakannya.

– Literatur reviews
Mebahas tentang penelitian yang pernah ada terkait dengan riset kita, kemukakan originalitas penelitian kita berupa penyempurnaan metode yang ada atau hal lainnya.

– Research Objective
Tentukan tujuan yang dapat kita capai. Tujuan disini haruslah yang realistis, jangan asal menjawab open problem yang dikemukakan di suatu jurnal, tetapi disesuaikan dengan kemampuan kita dan fasilitas di univ yang dituju. Perlu diingat juga batasan waktu pengerjaan riset tersebut sehingga tujuan harus jelas dan dapat tercapai.

– Preliminary Work
Tampilkan hasil penelitian yang kita lakukana yang berkaitan dengan proposal ini. Semakin banyak penelitian yang mendukung akan memberi nilai lebih. Urutkan pembahasannya berdasarkan relevansi.

– Methods
Tergantung dari penelitian yang dilakukan, bisa berupa cara mendapatkan data, metode statistik, cara analisis data. Kalo penelitian eksperimen bisa berupa desain and simulation, experimental setup, test and modification, analysis. Inti dari proposal adalah pada bagian ini. Usahakan bagian ini adalah yang paling jelas.

– Tentative Time Schedule
Buat dalam tabel yang jelas

– References
Tulis sesuai abjad atau sesuai kemunculan di teks. Yang lebih umum adalah sesuai abjad

Tips menulis proposal riset ini tentunya masih banyak kekurangan di sana sini. Dengan pengalaman dan teori-teori menulis proposal yang bisa ditemukan dalam berbagai sumber tentu akan membuat peluang untuk mendapatkan beasiswa semakin besar.

Ditulis oleh:
Dhidik Prastiyanto

Referens:
1. How to Write a Research Proposal (Dr Harald Olk)
2. Survival Skills for Scientists (Frederico Rosei and Tudor Johnson)

7 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Berkunjung dan baca infonya, mudah-mudahan bermanfaat bagi banyak orang, sukses ya.
    I Like Relationship

    Pasa Firaya, ST

    May 9, 2009 at 3:20 am

  2. terimakasih pak Dhidik tulisannya..

    Saya kok ada 1 prtanyaan yg selalu ingin yg lontarkan tp msh tertunda. Begini dhik, kalo dlm “solid-state journal-IEEE”, yg web-nya warnanya merah & aku lupa alamatnya. Paper2 yg telah lolos seleksi akan dirangking-kan berurutan sesuai contribusi, ide baru, design baru, lower power consumption or enhanced speed & improvement lain.

    Laa utk solid-state ini biasanya issue-nya power consumption & speed. Tp, ini kan hy sbatas paper.. gimana cara tahu bahwa dia tlh betul-betul menemukan design baru dg lower power consumption & enhanced speed..?. Semua mnrt sy yg cethek pglman adlh kejujuran ilmiah. Tp sangat mgkn skl byk org yg jujur, hy utk mngejar target bs lolos seleksi msk journal, shg mmpublish hsl2 riset yg sbtlnya blm bs ia capai. Gimana mnrt kamu Dhik..?

    Utk cth ini,”solid-state journal-IEEE”; Analog IC Design-RF IC, biasanya 1st rangking slalu di pegang RAJAVI (iranian) yg dah jd wrga negara USA. Prnh -+ sept 2002, org INA: Dr.Adi Seno (LIPI), dg mggandheng tkh Analog IC design, prof.Mohd Ismael (Egyptian) yg jg prof di Ohio Univ. mdduki 1st rangking. Selang bbrp bln RAJAVI tlh publish paper lg yg mng-claim designnya has a faster speed etc.

    meilana

    May 10, 2009 at 2:21 am

    • Ustadz mei, menurut pendapatku memang untuk publikasi ilmiah yg terpenting adalah kejujuran ilmiah.
      Para ilmuwan yan mempublish artikel di jurnal tsb hampir dikatakan tidak mungkin kalo mempertaruhkan namanya untuk sesuatu hal yang belum dilakukannya.
      Ingat juga ustad bahwa jurnal itu mempunya sitem peer review.
      para reviewer dipilih dari ahli2 di bidang tersebut yang terkadang adalah kompetitornya.
      Jadi peran editor dan revier sangat mempengaruhi kualitas jurnal itu

      Paper yang dipublikasikan tersebut seringkali diikuti dengan paten tentang metode, desain atau hasilnya. Jikalau terdapat kecurangan juga akan cepat diketahui.
      Memang tidak menutup kemungkinan yang dikatakan ustadz mei. Jika terdapat penyimpangan fatal yang baru diketahui setelah artikel tersebut dimuat maka artikel tersebut akan ditandai dan setiap orang yang akan mendownload pasti diberitahukan tentang hal itu.

      Sepertinya dah siap2 mengirim artikel ke IEEE solid state Journal ya, dan berharap dapat ranking 1 ya ustadz?.. semoga tercapai keinginannya ustadz mei

      dhidikp

      May 11, 2009 at 7:58 pm

  3. […] Persiapan yang matang, kesungguhan dalam berusaha meraih beasiswa adalah kunci keberhasilan mendapatkan beasiswa yang kita impikan. Semoga tips mendapatkan beasiswa yang sederhana ini bermanfaat. Semoga sukses Beberapa tulisan saya yang berkaitan dengan beasiswa adalah sebagai berikut: – Lowongan S3 di Jerman – studi lanjut s2/s3 di jerman – persiapan bahasa jerman – Tips Menulis Proposal Riset […]

  4. assalamu’alaikum mas Dhidik…
    seneng banget baca tulisan2 mas, jadi pingin S2 juga..
    gini mas, sebenarnya sudah ada gambaran untuk mengambil S2, tapi saya masih bingung nentukan tema untuk proposal risetnya..gimana ya mas…mohon sarannya
    mas, kalau bisa dibalas di email saya saja ya…terimakasih

    Iffah

    June 10, 2009 at 5:18 am

  5. Nice post.. saya juga sedang mencari program beasiswa S2. saya menulis beberapa artikel melalui blogsite saya dan saya mendapat respon yang baik dari beberapa universitas.

    sugianto

    January 12, 2011 at 9:03 am

  6. Mantaap.. sangat membantu saya untuk mempersiapkan dirii S3 LN
    Negera tujuan saya Jerman (eropa secara umum), New Zealand or Japan
    Sukses buat mas Dhidik…🙂

    auziqcorner@fastmail.fm

    March 9, 2013 at 1:45 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: