Mari Berbagi walaupun hanya sekedar Informasi

Berbagi informasi tentang segala hal positif

Lampu Lalu Lintas

with one comment

Tulisan lampu lalu lintas ini adalah tentang lampu lalu lintas yang unik yaitu lampu lalu lintas wireless. Berikut adalah cerita yang saya alami sendiri saat melihat lampu lalu lintas yang sebelumnya belum pernah saya lihat.

Saat berangkat bekerja ke Forschungszentrum Karlsruhe, bus yang saya tumpangi berhenti di lampu merah yang setahu saya hari-hari sebelumnya belum anda. Ternyata lampu lalu lintas tersebut memang lampu lintas sementara yang dibuat untuk mengatur lalu lintas karena sedang ada perbaikan jalan dan hanya satu lajur jalan yang bisa dipergunakan. Pada lampu merah tersebut terdapat sebuah antena yang digunakan untuk koordinasi dengan lampu lalu lintas disisi lainnya. Jadi pada jalan yang sedang diperbaiki tersebut dipasang dua buah lampu lalulintas darurat yang memang bisa dipindah2. Dua buah lampu lalu lintras tersebut dilengkapi dengan detektor kamera yang dapat mendeteksi kepadatan dua sisi yang berlawanan itu. Pengaturan lampu dikordinasikan antara dua lampu tersebut berdasarkan gambar kepadatan jalur.. Jerman memang suka semua serba otomatis, beda sekali dengan keadaan di Indonesia. Kita sering liat untuk pengaturan lalulintas karena ada perbaikan jalan atau jembatan maka pengatur jalannya adalah Pak Ogah yang siap dengan kotak duitnya.

Untuk lampu pengatur lalu lintas biasanya dikendalikan dengan sistem waktu yang telah di set untuk setiap persimpangan jalan. Timer tersebut bekerja untuk menentukan on offnya masing-masing lampu lalu-lintas tersebut. Untuk simulasi sistem trafik light dengan mudah kita menggunakan software simulasi untuk PLC atau membuat skript sendiri dengan bahasa pemrograman. Lama nyala lampu merah kuning hijau pada setiap ruas dibuat variable tersendiri. Jadi untuk perempatan akan terdapat 12 variabel nyala lampu. Sistem konvensional ini yang sering dipakai di Indonesia. Pengaturan lama nyala lampu disesuaikan dengan kepadatan jalan. untuk jalur utama lebih lama nyala lampu hijaunya. Akan tetapi sistem konvensional ini menerapkan fixed time sehingga nyala lampu akan tetap sepanjang waktu kecuali diubah kembali set timernya.

Kelemahan sistem konvensional adalah lampu hijau untuk jalan utama akan tetap menyala dalam durasi waktu yang lama tanpa memperhatikan ada mobil atau tidak. Lampu lalu lintas tidak peduli jalan sedang ramai atau sedang lengang. Optimasi dapat dilakukan pada traffic light dengan menggunakan menggunakan timer yang dinamis terhadap kedatangan kendaraan. Sistem dapat menggunakan detektor logam maupun detektor kamera. Dengan sistem ini maka kemacetan akan dapatnya dikurangi karena sistem mampu mendeteksi jalan mana yang antriannya paling panjang. Sistem yang terpadu akan menambah variabel kondisi panjang antrian di masing-masing lampu merah yang bertetanggaan. Sistem terpusat bahkan bisa dibuat untuk mengatur kondisi seluruh kota walaupun implementasinya sangat susah dan kerumitan program luar biasa.

Sebagai tambahan, pada setiap lampu merah dapat dipasang sistem kamera sehingga jika ada yang melanggar akan dapat terpotret pada kamera. Di negara maju sistem tersebut sudah diterapkan. Jadi jika ada seseorang melanggar maka dengan cepat akan terprotret, sistem akan mengidentifikasi plat mobil dan dicocokan dengan database kendaraan di kota tersebut. Rekening tagihan tilang akan segera sampai ke pemilik mobil tersebut, atau penyewanya kalo kebetulan sedang di sewa. Jadi sudah tidak ada lagi kesempatan polisi sengaja “ngumpet” untuk mendapatkan “upeti” dari pengendara yang melanggar.

Sebenarnya tidak segampang yang saya ulas, kemacetan lalu-lintas tidak hanya tergantung dengan kecerdasan lampu lallu lintas. Secerdas apapun lampu lalu lintas jika luas jalan tidak dapat mengimbangi jumlah kendaraan maka akan tetap saja macet. Contoh kasus adalah di Jakarta. untuk itu perencanaan tata kota terutama luas jalan dan pengaturan jumlah kendaraan, kebijakan transportasi masal harus terkoordinasi dengan baik.

Yang perlu ditingkatkan sekarang adalah pemanfaatan potensi yang ada. Indonesia mempunyai banyak sekali universitas dan para akedemisi yang mumpuni. Sayangnya koordinasi antar bidang masih sangat lemah. Studi tentang sistem transportasi harus digalakkan dengan melibatkan berbagai bidang yang terkait. Orang teknik sipil tidak akan tahu detail implementasi lampu lalu lintas cerdas sehingga butuh bantuan orang elektro. Orang elektro juga tidak tahu detail tentang sistem transportasi. Yang mempunyai bidang tatakota juga tidak mengetahui detail sistem transportasi dan detail implementasi pengatur lalu lintas jalan. Jadi koordinasi antar bidang dan data-data yang akurat beserta perencanaan yang matang tentu akan sedikit membantu mengurangi masalah kemacetan.

Demikian sebuah wacana dari orang yang awam sistem transportasi.

Ditulis oleh:
Dhidik Prastiyanto

Written by dhidikp

May 16, 2009 at 6:45 am

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. seharusnya di Indonesia banyak SDM yang berpotensi, sayangnya masih tidak dimanfaatkan🙂

    sari

    February 16, 2012 at 10:24 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: