Mari Berbagi walaupun hanya sekedar Informasi

Berbagi informasi tentang segala hal positif

S2 Luar Negeri

with one comment

S2 luar negeri dengan beasiswa memang menjadi impian banyak orang. Biasanya pemberi beasiswa s2 luar negeri membayar tuition fee dan semua kebutuhan hidup penerima beasiswa. Sebenarnya kuliah di luar negeri juga tetap harus memperhatikan kualitas tempat kuliah. Kalau dilihat dari hasil pemeringkatan THE QS 2009 universitas top di Indonesia, UI, UGM dan ITB dengan sarana yang masih terbatas bisa sejajar dengan universitas di luar negeri yang berlimpah sarana dan biaya. Jika saja universitas-universitas top di Indonesia itu menyediakan sarana seperti akses jurnal dan pustaka terbaru, kesempatan mengikuti pertemuan ilmiah dan peralatan laboratorium yang memadai niscaya kita tidak perlu jauh-jauh untuk kuliah diluar negeri. Mungkin orang berpendapat kalau kuliah di luar negeri sekalian menimba pengalaman hidup. Akan tetapi jika s2 dalam negeri sudah sama kualitasnya dengan s2 di luar negeri maka pilihan untuk hanya mengambil short time research di luar negeri selama satu semester akan menjadi lebih menarik daripada kuliah s2 di luar negeri sepenuhnya.

Terlepas dari itu semua, untuk waktu sekarang sumber daya pengajar, fasilitas dan prasarana penunjang pendidikan di universitas favorit di luar negeri menjadi nilai lebih bagi yang mau meneruskan S2 di luar negeri. Kesempatan beasiswa S2 luar negeri yang tersedia juga sayang untuk dilewatkan. Beasiswa untuk kulih di luar negeri bisa berasal dari lembaga asing maupun lembaga dalam negeri. Berikut beberapa tambahan link yang sebelumnya telah saya tulis di berburu beasiswa s2 s3 luar negeri (ads,monbusho,bgf,daad,stuned). Dari lembaga atau pemerintahan asing:
1. Chevening
Beasiswa berasal dari pemerintah inggris. Kompetisi pada beasiswa ini sangat tinggi karena jumlah beasiswa yang sedikit. Menyediakan beaiswa untuk s2 ataupun s3.
2. Fullbright
Fullbright berasal dari USA dengan berbagai variasi program yang ditawarkan. Programnya bisa berupa full sekolah di amerika ataupun sandwich. Fullbright juga menawarkan beasiswa untuk pertukaran mahasiswa S1. Untuk yang sedangkan mengambil s3 di dalam negeri juga ada kesempatan untuk meneliti di Amerika. Untuk yang sudah lulus doktor juga disediakan biaya untuk jadi peneliti tamu selama 3-6 bulan. Fullbright juga menyediakan program khusus untuk warga Papua. Selain itu juga ada program beasiswa bersama dengan Dikti.
3. Erasmus Mundus
Berasal dari uni eropa dengan jumlah penereima beasiswa yang cukup banyak. Erasmus mundus juga menyediakan pilihan berbagai program studi dengan sistem kuliah kerjasama antara beberapa universitas di Eropa. Kesempatan beasiswa erasmus mundus cukup besar dan di utamakan bagi warga negara non EU.

Dari lembaga dalam negeri
1. Depkominfo
Setiap tahun Depkominfo menyediakan beasiswa untuk s2 dan s3 di luar negeri dengan syarat kita sudah di terima di salah satu universitas luar negeri. Universitas yang diambil sebaiknya yang ada dalam list depkominfo. Syarat setelah lulus pun cukup mudah, tidak harus mengabdi di Depkominfo tetapi cukup bersedia jika diminta bantuan keahlian jika dibutuhkan oleh depkominfo. Lowongan terbuka untuk umum. Beasiswa untuk s2 dan S3
2. Dikti
Khusus bagi dosen di linkungan PTN maupun PTS. Syaratnya diterima di salah satu perguruan tinggi luar negeri. Beasiswa untuk s2 dan s3.
3. Bappenas
Berupa sandwich dengan universitas di luar negeri. Berlaku untuk pegawai negeri sipil. Syarat kemampuan bahasa asing untuk beasiswa ini tidak terlalu ketat karena ada kesempatan untuk memperbaiki bahasa selama kuliah satu tahun di dalam negeri.

Deadline dan persyaratan yang diperlukan bisa diklik pada masing-masing link diatas. Biasanya persyaratan yang umum diminta yaitu cv, ijasah transkrip, bukti kemampuan bahasa, rekomendasi dari matan pembimbing atau atasan, motivation letter.

Masih banyak beasiswa dari negara lain seperti, spanyol, italia, belgia, korea, taiwan dan berbagai negara lainnya. Beasiswa juga ada yang ditawarkan oleh universitas tujuan. Untuk yang mau S3 lebih leluasa karena di eropa, amerika, jepang dan berbagai negara maju lainnya ada skema asisten riset yang dibayar selayaknya orang bekerja. Untuk skema asisten riset bagi yang ingin kuliah S2 bisa mencoba negara seperti thailan, malaysia dan arab.

Ditulis oleh:
Dhidik Prastiyanto

Written by dhidikp

October 21, 2009 at 7:21 pm

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. wiih,.. mantaaab mas,.. kalau ada info beasiswa lagi, kabarin ya mas didik
    thanks😀

    somphil

    February 20, 2011 at 2:38 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: