Mari Berbagi walaupun hanya sekedar Informasi

Berbagi informasi tentang segala hal positif

Waspadai Gejala Demam Berdarah

with 3 comments

Gejala demam berdarah memang hampir sama dengan penyakit lainnya sehingga seringkali kita terkecoh, jangankan orang awam dokter spesialis anakpun susah membedakannya saat masa masa awal. Saat kutulis catatan ini anakku sedang tergolek lemah di rumah sakit sementara aku berada sangat jauh darinya.

Karlsruhe, minggu pagi 13 juni 2010 perasaanku tidak enak. Entah kenapa aku tiba-tiba khawatir dengan anakku dan segera saja aku telepon ke indonesia. Suara telepon voip yang aku gunakan mungkin sedang tidak jelas. Ibuku mengira kalo yang menelpon orang lain. Ibu menyuruh orang tersebut untuk cepat ke rumah dan ditunggu segera karena ibu mau segera ke rumah sakit panti rapih. Kontan saja aku kaget dan dalam bayangan hanya terlintas anakku sakit. Langsung aku telepon istriku dan menanyakan apakah benar Ave anak kami dirawat di rumah sakit.

Ternyata perasaanku menjadi kenyataan, Ave kondisinya sedang gawat, trombositnya sangat rendah karena hari ini sudah hari kelima Ave terserang demam berdarah. Baru hari kelima itu juga diketahui penyakit tersebut karena dokter spesialis langganan mendiagnosa kalo Ave hanya terserang penyakit fllu biasa. Pada hari kedua istriku sebenarnya sudah membawa ave ke dokter langganan, dan beliau mengatakan hanya gejala mau sakit flu. Istriku pun tidak berpikir macam-macam karena pada hari ketiga saat anakku mau dibawa ke rs untuk cek darah dia bilang “sudah sembuh kok ma, pegang aja badan Ave udah dingin”. Memang itu anak pintar beralasan, ada saja alasannya kalo sedang tidak mau melakukan sesuatu.

Aku segera mengontak istri teman di Norway. Beliau seorang dokter dan dosen di UGM yang sedang melanjutkan studi S3 di Norway. Beliau berdua memang sangat baik selalu membantu dan memberi informasi yang sangat dibutuhkan. Dulu saat aku terkena H5N1 juga beliau yang membantu. Terimakasih atas kebaikan Bu Yunita dan Pak Selo. Menurut beliau demam berdarah belum ada obatnya. Treatment yang dilakukan dokter hanyalah untuk menaikan trombosit yang kurang dan menurunkan kadar hemoglobin yang tinggi sehingga darah tidak kental. Yang dapat dilakukan orang tua adalah mensupport anak supaya mau banyak minum air putih, minum jus dan makan asupan makanan yang bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Jika daya tahan tubuh meningkat maka sistem imun tubuh akan mampu membutuh virus tersebut. Beberapa temen ada yang menyarankan minum angkak, sari kurma, jus jambu. Untuk memberikan suplemen tambahan harus konsultasi dengan dokter yang merawatnya karena dalam treatment tersebut sudah diatur kadar obat yang diberikan. Yang terpenting lagi orang tua mensupport anaknya supaya mau diambil darahnya untuk pemantauan kadar Hb dan trombosit. Aku yang hanya mendengar tangisan anakku lewat telepon saja sudah tidak tahan mendengar anak usia belum genap 5 tahun diambil darah berulangkali setiap 6 jam.

Perasaanku sangat sedih, aku tidak bisa berkonsentrasi pada kerjaanku. Aku memutuskan untuk pulang ke Indonesia secepatnya. Aku pikir daripada aku disini kerja tidak konsentrasi sama saja tidak akan menghasilkan apa apa. Lebih baik aku ambil jatah cutiku tahun 2010 ini yang rencana aku pakai untuk pulang lebaran aku ajukan. Segera aku menghadap profesorku untuk memberitahukan kalo aku mau pulang ke Indonesia karena anak sedang sakit. Profesorku memang orang yang snagat baik, beliau langsung menyetujui cutiku dan berharap anakku cepet sembuh sehingga aku bisa segera kembali ke Jerman.

Perjuangan kedua adalah mendapatkan tiket untuk pulang ke Indonesia. Karena mendadak, lumayan susah juga tiketnya apalagi aku sudah belli untuk pulang lebaran nanti. Terpaksa aku beli tiket lagi dengan maskapai lain. Ternyata tiket yg untuk lebaran tidak bisa diuangkan kembali dan atas kebaikan Mbak Yanthi, tiketku dengan maskapai lain dibatalkan dan tiket yg untuk pulang lebaran diajukan sekarang dengan tambahan biaya yang lumayan murah. Walaupun harus memutar lewat surabaya karena yang ke jakarta sudah penuh, yang ke jogjakarta sedang tidak ada flight, asal cepat sampai jogja tidak masalah. Akhirnya rute perjalanan berubah menjadi Karlsruhe-Frankfurt-Kualalumpur-Surabaya-Yogyakarta. Menunggu hari rabu 16 juni 2010 kok sepertinya lama sekali. Aku sudah ingin segera terbang dan sampai jogjakarta, memberi support pada anakku tercinta.

Peringatan untuk orang tua, jika anak panas lebih dari dua hari sebaiknya pada hari ketiga diperiksakan darahnya biar diketahui secara cepat penyebabnya. Gejala demam berdarah seperti bintik merah timbulnya lama. Seperti anak saya gejalanya hanya panas saja. Bintik merah keluar pada hari kelima. Semoga anakku cepet sembuh. Aku hanya bisa berdoa.

Tidak sabar menanti terbitnya fajar esok hari, Karlsruhe 15 Juni 2010

Dhidik Prastiyanto

`

Written by dhidikp

June 15, 2010 at 4:32 am

Posted in Family

Tagged with

3 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. sudah ke jerman lagi ya? nove ikut ga?

    riyadi

    July 7, 2010 at 9:56 am

    • Sorry mas baru bales, iya dah lama nih balik lagi. Rencana nove nyusul oktober nanti. Sukses selalu ya studinya

      dhidikp

      August 10, 2010 at 8:58 am

  2. lama nda mgunjungi blog mu Dhik…, gmn Ave dah ke German belum ?. Alhamdulillah aku dah py daughter…

    May

    October 12, 2010 at 1:43 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: