Mari Berbagi walaupun hanya sekedar Informasi

Berbagi informasi tentang segala hal positif

Internet dan Anak

with one comment

Tulisan Internet dan anak ini adalah cerita tentang seorang anak yang telah menganggap internet sebagai bagian hidupnya. Internet untuk anak pada era digital ini sudah menjadi kebutuhan seperti yang diceritakan pada kisah berikut.

Seorang bocah berusia 5 tahun duduk asyik di depan laptopnya. Terkadang dia tersenyum, tertawa dan berbincang sendirian di depan perangkat elektronik itu. Nun jauh di sana sang ayah berperilaku sama dengan si bocah kecil itu. Mereka berdua sedang asyik melakukan voice chatting lewat yahoo messenger sambil menggunakan environment doodle untuk menggambar bersama. Kompak sekali si anak dan ayahnya saling melengkapi gambar yang mereka inginkan. Gambar-gambar imanjinatif mode transportasi masa depan dan berbagai gambar lainnya khayalan si anak terlihat dalam bentuk yang sangat variatif. Si anak begitu terampil memainkan touchpad pada laptopnya. Begitu mahirnya bahkan melebihi ketrampilan dia dalam menulis.

Si anak itu memang mengenal piranti itu sejak dia baru bisa mengucap beberapa patah kata. Kegemaran sejak kecil adalah mencari berbagai gambar dan video tentang berbagai macam teknologi mulai dari pesawat, kereta cepat, pembangkit listrik dan berbagai macam lainnya. saat menginjak umur 2,5 tahun dia mulai tertarik dengan laptop. Umur 3,5 tahun dia sudah terampil menghidupkan laptop, membuka internet browser, bermain game, membookmark game yang dia sukai dan berbagai aktivitas lainnya di dunia maya. Dunia maya sudah menjadi kehidupannya sehari hari. Sang ayah yang berada di benua lain adalah salah satu faktor mengapa si anak begitu akrab dengan dunia itu. Disitulah dia bisa bertemu dengan ayahnya. Di dunia maya itulah dia menumpahkan perasaannya, menangis, tertama, jengkel, emosi, dan melepas kangennya, mengembangkan kreativitas dan berkaya bersama ayahnya.

Sentuhan kasih sayang hadir lewat frame-frame video, lewat guratan pena digital, lewat aliran suara melalui protokol internet. Seakan jarak begitu dekat, seakan tidak ada pemisah, yang kurang hanyalah sentuhan dan belaian lembut di kepala sang anak. Teknologi informasi membuat anak 3 tahun yang berpisah hampir selama setahun dengan sang ayah langsung berlari mendekat dan memeluknya begitu mereka bertemu di dua nyata tanpa ada sedikitpun tanda-tanda sang anak tidak bersama sang ayah dalam waktu cukup lama. Mereka begitu nyata dan begitu dekat walaupun kedekatan itu adalah kedekatan dengan perantara internet.

Keseharian si anak yang akrab dengan teknologi terkadang membuat sang ayah khawatir. Suatu hari mereka berdua berjalan jalan keluar kota. Sesampainya di kota tujuan langsung aja si anak membuka laptopnya. Sadar bahwa tanda networking via wireless maupun via LAN tidak ada yang menyambung, si anak menangis untuk waktu yang cukup lama. Laptop dan internet seperti sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan baginya. Keesokan harinya pagi-pagi saat matahari belum menampakkan dirinya, si anak sudah meminta ke warnet untuk sekedar browsing. Benar-benar hal yang tidak terbayangkan oleh sang ayah, sehingga membuat dia khawatir si anak akan kecanduan pada internet.

Setiap pulang dari sekolah taman kanak-kanak, barang yang pertama kali di sentuh adalah laptopnya. Selesai meletakan tasnya si anak langsung menuju laptopnya, mencolokan kabel power, menekan tombol start, tak lupa setelah log on, dia mengaktifkan yahoo messenger dan membuka firefoxnya. Segera saja dia membuka mesin pencari google dan mengetikan kata game yang sudah sangat akrab baginya. Sesekali dia membuka beberapa game yang sudah di bookmark dalam firefox tersebut. Saat kesulitan untuk menemukan game yang diinginkan, segera saja si anak menelpon ayahnya lewat yahoo messenger dan meminta game ‘aneh’ yang dia inginkan. si anak suatu saat berkata ” Papa tolong carikan game tom jerry sedang naek tram tapi ada pengatur lalu lintas untuk mobil-mobil yang lewat”. Kreativitas dan imajinasi si anak berkembang dari berbagai website yang dia kunjungi. Tentu saja si ayah memproteksi browser yang dipakai supaya tidak mengakses situs-situs dewasa. Kefasihan si anak dalam memakai teknologi informasi membuat si anak mampu mengembangkan pengetahuannya seputar teknologi. Akan tetapi yang mengkhawatirkan adalah sosialisai dengan anak seumuran dan interaksi dengan lingkungan.

Suatu saat sang ayah mengajak si anak bermain-main di sawah, ternyata si anak sangat menikmati berlarian kesana kemari, memperhatikan tanaman yang tumbuh. Si anak melihat kepiting, keong dan hewan-hewan lain yang biasanya hanya dia liat lewat ilustrasi pendaran led. Si ayah benar-benar senang melihatnya seraya berjanji dalam hati: “anakku harus seimbang antara menikmati kemajuan teknologi dan bergaul dengan alam serta sosialisasi dengan teman sebayanya. Dia harus menjadi anak yang bukan hanya mahir teknologi tetapi peka terhadap sesama dan lingkungannya, Amin”

Ditulis oleh:
Dhidik Prastiyanto

Written by dhidikp

August 11, 2010 at 10:06 pm

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. niche for share gan , terima kasih


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: