Mari Berbagi walaupun hanya sekedar Informasi

Berbagi informasi tentang segala hal positif

Archive for the ‘Family’ Category

Internet dan Anak

with one comment

Tulisan Internet dan anak ini adalah cerita tentang seorang anak yang telah menganggap internet sebagai bagian hidupnya. Internet untuk anak pada era digital ini sudah menjadi kebutuhan seperti yang diceritakan pada kisah berikut.

Seorang bocah berusia 5 tahun duduk asyik di depan laptopnya. Terkadang dia tersenyum, tertawa dan berbincang sendirian di depan perangkat elektronik itu. Nun jauh di sana sang ayah berperilaku sama dengan si bocah kecil itu. Mereka berdua sedang asyik melakukan voice chatting lewat yahoo messenger sambil menggunakan environment doodle untuk menggambar bersama. Kompak sekali si anak dan ayahnya saling melengkapi gambar yang mereka inginkan. Gambar-gambar imanjinatif mode transportasi masa depan dan berbagai gambar lainnya khayalan si anak terlihat dalam bentuk yang sangat variatif. Si anak begitu terampil memainkan touchpad pada laptopnya. Begitu mahirnya bahkan melebihi ketrampilan dia dalam menulis.

Si anak itu memang mengenal piranti itu sejak dia baru bisa mengucap beberapa patah kata. Kegemaran sejak kecil adalah mencari berbagai gambar dan video tentang berbagai macam teknologi mulai dari pesawat, kereta cepat, pembangkit listrik dan berbagai macam lainnya. saat menginjak umur 2,5 tahun dia mulai tertarik dengan laptop. Umur 3,5 tahun dia sudah terampil menghidupkan laptop, membuka internet browser, bermain game, membookmark game yang dia sukai dan berbagai aktivitas lainnya di dunia maya. Dunia maya sudah menjadi kehidupannya sehari hari. Sang ayah yang berada di benua lain adalah salah satu faktor mengapa si anak begitu akrab dengan dunia itu. Disitulah dia bisa bertemu dengan ayahnya. Di dunia maya itulah dia menumpahkan perasaannya, menangis, tertama, jengkel, emosi, dan melepas kangennya, mengembangkan kreativitas dan berkaya bersama ayahnya.

Sentuhan kasih sayang hadir lewat frame-frame video, lewat guratan pena digital, lewat aliran suara melalui protokol internet. Seakan jarak begitu dekat, seakan tidak ada pemisah, yang kurang hanyalah sentuhan dan belaian lembut di kepala sang anak. Teknologi informasi membuat anak 3 tahun yang berpisah hampir selama setahun dengan sang ayah langsung berlari mendekat dan memeluknya begitu mereka bertemu di dua nyata tanpa ada sedikitpun tanda-tanda sang anak tidak bersama sang ayah dalam waktu cukup lama. Mereka begitu nyata dan begitu dekat walaupun kedekatan itu adalah kedekatan dengan perantara internet.

Keseharian si anak yang akrab dengan teknologi terkadang membuat sang ayah khawatir. Suatu hari mereka berdua berjalan jalan keluar kota. Sesampainya di kota tujuan langsung aja si anak membuka laptopnya. Sadar bahwa tanda networking via wireless maupun via LAN tidak ada yang menyambung, si anak menangis untuk waktu yang cukup lama. Laptop dan internet seperti sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan baginya. Keesokan harinya pagi-pagi saat matahari belum menampakkan dirinya, si anak sudah meminta ke warnet untuk sekedar browsing. Benar-benar hal yang tidak terbayangkan oleh sang ayah, sehingga membuat dia khawatir si anak akan kecanduan pada internet.

Setiap pulang dari sekolah taman kanak-kanak, barang yang pertama kali di sentuh adalah laptopnya. Selesai meletakan tasnya si anak langsung menuju laptopnya, mencolokan kabel power, menekan tombol start, tak lupa setelah log on, dia mengaktifkan yahoo messenger dan membuka firefoxnya. Segera saja dia membuka mesin pencari google dan mengetikan kata game yang sudah sangat akrab baginya. Sesekali dia membuka beberapa game yang sudah di bookmark dalam firefox tersebut. Saat kesulitan untuk menemukan game yang diinginkan, segera saja si anak menelpon ayahnya lewat yahoo messenger dan meminta game ‘aneh’ yang dia inginkan. si anak suatu saat berkata ” Papa tolong carikan game tom jerry sedang naek tram tapi ada pengatur lalu lintas untuk mobil-mobil yang lewat”. Kreativitas dan imajinasi si anak berkembang dari berbagai website yang dia kunjungi. Tentu saja si ayah memproteksi browser yang dipakai supaya tidak mengakses situs-situs dewasa. Kefasihan si anak dalam memakai teknologi informasi membuat si anak mampu mengembangkan pengetahuannya seputar teknologi. Akan tetapi yang mengkhawatirkan adalah sosialisai dengan anak seumuran dan interaksi dengan lingkungan.

Suatu saat sang ayah mengajak si anak bermain-main di sawah, ternyata si anak sangat menikmati berlarian kesana kemari, memperhatikan tanaman yang tumbuh. Si anak melihat kepiting, keong dan hewan-hewan lain yang biasanya hanya dia liat lewat ilustrasi pendaran led. Si ayah benar-benar senang melihatnya seraya berjanji dalam hati: “anakku harus seimbang antara menikmati kemajuan teknologi dan bergaul dengan alam serta sosialisasi dengan teman sebayanya. Dia harus menjadi anak yang bukan hanya mahir teknologi tetapi peka terhadap sesama dan lingkungannya, Amin”

Ditulis oleh:
Dhidik Prastiyanto

Written by dhidikp

August 11, 2010 at 10:06 pm

Waspadai Gejala Demam Berdarah

with 3 comments

Gejala demam berdarah memang hampir sama dengan penyakit lainnya sehingga seringkali kita terkecoh, jangankan orang awam dokter spesialis anakpun susah membedakannya saat masa masa awal. Saat kutulis catatan ini anakku sedang tergolek lemah di rumah sakit sementara aku berada sangat jauh darinya.

Karlsruhe, minggu pagi 13 juni 2010 perasaanku tidak enak. Entah kenapa aku tiba-tiba khawatir dengan anakku dan segera saja aku telepon ke indonesia. Suara telepon voip yang aku gunakan mungkin sedang tidak jelas. Ibuku mengira kalo yang menelpon orang lain. Ibu menyuruh orang tersebut untuk cepat ke rumah dan ditunggu segera karena ibu mau segera ke rumah sakit panti rapih. Kontan saja aku kaget dan dalam bayangan hanya terlintas anakku sakit. Langsung aku telepon istriku dan menanyakan apakah benar Ave anak kami dirawat di rumah sakit.

Ternyata perasaanku menjadi kenyataan, Ave kondisinya sedang gawat, trombositnya sangat rendah karena hari ini sudah hari kelima Ave terserang demam berdarah. Baru hari kelima itu juga diketahui penyakit tersebut karena dokter spesialis langganan mendiagnosa kalo Ave hanya terserang penyakit fllu biasa. Pada hari kedua istriku sebenarnya sudah membawa ave ke dokter langganan, dan beliau mengatakan hanya gejala mau sakit flu. Istriku pun tidak berpikir macam-macam karena pada hari ketiga saat anakku mau dibawa ke rs untuk cek darah dia bilang “sudah sembuh kok ma, pegang aja badan Ave udah dingin”. Memang itu anak pintar beralasan, ada saja alasannya kalo sedang tidak mau melakukan sesuatu.

Aku segera mengontak istri teman di Norway. Beliau seorang dokter dan dosen di UGM yang sedang melanjutkan studi S3 di Norway. Beliau berdua memang sangat baik selalu membantu dan memberi informasi yang sangat dibutuhkan. Dulu saat aku terkena H5N1 juga beliau yang membantu. Terimakasih atas kebaikan Bu Yunita dan Pak Selo. Menurut beliau demam berdarah belum ada obatnya. Treatment yang dilakukan dokter hanyalah untuk menaikan trombosit yang kurang dan menurunkan kadar hemoglobin yang tinggi sehingga darah tidak kental. Yang dapat dilakukan orang tua adalah mensupport anak supaya mau banyak minum air putih, minum jus dan makan asupan makanan yang bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Jika daya tahan tubuh meningkat maka sistem imun tubuh akan mampu membutuh virus tersebut. Beberapa temen ada yang menyarankan minum angkak, sari kurma, jus jambu. Untuk memberikan suplemen tambahan harus konsultasi dengan dokter yang merawatnya karena dalam treatment tersebut sudah diatur kadar obat yang diberikan. Yang terpenting lagi orang tua mensupport anaknya supaya mau diambil darahnya untuk pemantauan kadar Hb dan trombosit. Aku yang hanya mendengar tangisan anakku lewat telepon saja sudah tidak tahan mendengar anak usia belum genap 5 tahun diambil darah berulangkali setiap 6 jam.

Perasaanku sangat sedih, aku tidak bisa berkonsentrasi pada kerjaanku. Aku memutuskan untuk pulang ke Indonesia secepatnya. Aku pikir daripada aku disini kerja tidak konsentrasi sama saja tidak akan menghasilkan apa apa. Lebih baik aku ambil jatah cutiku tahun 2010 ini yang rencana aku pakai untuk pulang lebaran aku ajukan. Segera aku menghadap profesorku untuk memberitahukan kalo aku mau pulang ke Indonesia karena anak sedang sakit. Profesorku memang orang yang snagat baik, beliau langsung menyetujui cutiku dan berharap anakku cepet sembuh sehingga aku bisa segera kembali ke Jerman.

Perjuangan kedua adalah mendapatkan tiket untuk pulang ke Indonesia. Karena mendadak, lumayan susah juga tiketnya apalagi aku sudah belli untuk pulang lebaran nanti. Terpaksa aku beli tiket lagi dengan maskapai lain. Ternyata tiket yg untuk lebaran tidak bisa diuangkan kembali dan atas kebaikan Mbak Yanthi, tiketku dengan maskapai lain dibatalkan dan tiket yg untuk pulang lebaran diajukan sekarang dengan tambahan biaya yang lumayan murah. Walaupun harus memutar lewat surabaya karena yang ke jakarta sudah penuh, yang ke jogjakarta sedang tidak ada flight, asal cepat sampai jogja tidak masalah. Akhirnya rute perjalanan berubah menjadi Karlsruhe-Frankfurt-Kualalumpur-Surabaya-Yogyakarta. Menunggu hari rabu 16 juni 2010 kok sepertinya lama sekali. Aku sudah ingin segera terbang dan sampai jogjakarta, memberi support pada anakku tercinta.

Peringatan untuk orang tua, jika anak panas lebih dari dua hari sebaiknya pada hari ketiga diperiksakan darahnya biar diketahui secara cepat penyebabnya. Gejala demam berdarah seperti bintik merah timbulnya lama. Seperti anak saya gejalanya hanya panas saja. Bintik merah keluar pada hari kelima. Semoga anakku cepet sembuh. Aku hanya bisa berdoa.

Tidak sabar menanti terbitnya fajar esok hari, Karlsruhe 15 Juni 2010

Dhidik Prastiyanto

`

Written by dhidikp

June 15, 2010 at 4:32 am

Posted in Family

Tagged with

Mengenalkan Penelitian pada Anak

leave a comment »

Tulisan ini berisi pendapat penulis tentang pengenalan penelitian pada anak anak. Pendapat ini dilatarbelakangi oleh kesempatan yang sedikit diberikan di bangku sekolah dasar kepada anak-anak untuk mengembangkan kreativitas dan idenya. Banyak kita liat bahwa guru umumnya menggunakan metode belajar satu arah dengan menjelaskan berbagai hal dan teori yang harus diserap oleh siswa. Anak-anak lebih terfokus untuk menghafalakan apa yang dikatakan dan ditulis oleh gurunya dan hanya diberi sedikit kesempatan untuk berpikir kreatif tentang hal tersebut. Contoh sederhananya guru mengajarkan cara penyelesaian persamaan matematik tanpa perlu menjelaskan dengan detail apa kegunaan dan contoh nyata kegunaan persamaan tersebut nantinya. Masih segar dalam ingatan saya bagaimana guru saya menjelaskan tentang persamaan deferensial tanpa memberikan contoh aplikasi apa yang membutuhkan penyelesaian persamaan diferensial tersebut. Memang tidak harus sedetail orang kuliah, tetapi kiranya dapat dijelaskan dalam bahasa yang dimengerti oleh anak-anak. Yang terpenting bukanlah anak-anak hafal bagaimana menyelesaikan persamaan tersebut tetapi pondasi yang membentuk pola anak berpikir kreatif. Hasil dari pola pendidikan dengan penjelasan satu arah dan penjejalan berbagai materi tanpa mempersiapkan pondasi kokoh dan pemahaman tentang pokok persoalan membuat anak-anak tersebut akan tumbuh dewasa menjadi orang yang miskin kreatifitas dan inovasi. Dapat kita liat bahwa banyak pemenang olimpiade fisika, matematika dan berbagai kompetisi lainnya berasal dari negara kita, tetapi pada tingkatan hasil karya nyata teknologi dan produk produk ilmu pengetahuan kita masih sangat miskin.

Kita tidak bisa menyalahkan sepenuhnya kepada pihak guru dan sekolah karena mereka memang dituntut dengan kurikulum baku yang telah diwajibkan oleh dikdasmen kementrian pendidikan nasional. Tidak bisa kita pungkiri bahwa banyak sekolah menjadikan ujian nasional sebagai suatu tujuan utama tanpa mempertimbangkan aspek-aspek lain yang tidak kalah penting. Aspek lain seperti peningkatan motivasi anak untuk melakukan penelitian, mengenal karya seni dan berbagai hal lain yang menarik kurang mendapat perhatian oleh pihak penyelenggara pendidikan. Sistem pendidikan di negara kita memang menuntut seperti itu sehingga pihak sekolah mau tidak mau harus ikut dalam arus pola pendidikan yang mengutamakan nilai-nilai semu dari mata pelajaran yang diberikan. Banyak nilai tersebut hasil dari perahan otak anak untuk menghafalkan tentang suatu hal yang sebenarnya tidak perlu. Saya masih ingat bahkan ibukota suatu negara dijadikan pertanyaan dalam sebuah ujian. Pengetahuan seperti itu sebenarnya tidak perlu dipaksakan kepada anak, mereka akan mengetahui dengan sendirinya kelak saat mereka rajin membaca berita atau browsing di internet tentang suatu negara. Alangkah lebih berartinya jika pelajaran geografi digunakan untuk mempelajari hal lain dari geografi yang tentunya banyak yang lebih menarik daripada menghafalkan nama ibukota negara. Penyampain mengenai manfaat ilmu geografi, pengenalan teknik-teknik pemetaan dan cara membaca peta, pengenalan aplikasi-aplikasi yang menarik seperti Geographic Information System dengan video-video yang sederhana dan banyak bahan menarik lainnya yang dapat diberikan.

Memang tidak ada habisnya kalau mau mengupas kelemahan orang lain, sekarang mari yang sudah dititipi amanah oalh Allah SWT untuk mendidik anak masing-masing mulai memikirkan bagaimana melengkapi tempaan kepada anak sehingga dia akan menjadi aset yang berguna bagi minimal dirinya sendiri di masa yang akan datang. Salah satu cara untuk mengajarkan anak kreativitas dan membangun pola pikir anak-anak adalah mengenalkan penelitian pada anak-anak. Pengenalan penelitian tersebut tidak harus menjadi sesuatu hal yang menjemukan. yang terpenting adalah membangun minata anak-anak untuk mengamati, memikirkan dan menarik kesimpulan sederhana terhadap suatu peristiwa. Hal ini juga dapat dilakukan sesuai dengan tingkat umur anak dan ketertarikannya. Contoh sederhananya misalakan seorang anak-anak gemar main mobil-mobilan. Berikan dia mobi-mobilan dengan berbagai tipe roda dan ukuran. Mintalah dia untuk mengganti ukuran ban mobil tersebut dan menggerakkannnya. Coba juga dengan tipe ban yang berbeda, dari halus sampai kasar dan di berbagai tipe lintasan yang dilaluinya. Mintalaha si anak untuk mengamati dan menceritakan apa yang diamati. Tanyakan apa akibatnya jika diganti ban-ban mobil tersebut dan biarkan dia mengambil kesimpulan sendiri.

Bagi anak-anak yang sudah bisa membaca dan menulis, kegiatan bermain itu bisa dirangkum dalam bentuk tulisan sederhana. Menuliskan tentang kegiatan yang dilakukan dalam bentuk makalah dan menceritakan kembali dalam suasana liburan menjadi hal yang menarik sekaligus bermanfat bagi anak-anak. Pertama bisa didiskusikan dengan anak, dia ingin belajar tentang apa. Misalkan belajar tentang Fungsi daun pada tumbuhan. Kita dapat mengajak anak-anak ke taman atau ke alam bebas mengamati tentang daun. Biarkan anak-anak mengamati berbagai daun dan tanyakan perbedaannya. Setelah itu kita bisa mencarikan anak-anak artikel tentang tumbuhan dan fungsi daun. Bantu dia menembukan informasi-informasi penting dengan menstabilo bagian-bagian penting dalam makalah itu. Tanyaka pada anak-anak setelah membaca buku tersebut dan minta dia untuk menyebutkan contoh-contoh berdasarkan pengalaman pengamatan terhadap tumbuhan.

Keitan selanjutnya bisa diisi dengan pengamatan sederhana terhadap struktur daun dengan menggunakan alat mikroskop sederhana. Biarkan anak-anak untuk membandingkan apa yang dibaca dari buku dan pengamatan yang dia lakukan. Setelah itu mintalah anak-anak untuk menceritakan dalam kata-kata mereka. Bantu anak-anak menuliskan ide-ide mereka dalam pokok kalimat beberapa pararaf. Tuliskan hal-hal yang epnting menurut mereka pada pokok-pokok kalimat paragraf tersebut sebelum mengembangkannya menjadi beberapa paragraf utuh. Setelah dituliskan semua yang penting, minta anak-anak untuk menuliskan pengembangan dari pokok-pokok pikiran tersebut. Setelah semua dituliskan minta si anak untuk membuat paragraf pembuka yang berisi pendahuluan dna paragraf penutup yang berisi kesimpulan. Dengan demikian si anak sudah melakukan penelitian sederhana dan menuliskan laporannya dalam bentuk cerita. Hal ini akan melatih anak untuk berpikir kritis terhadap suatu hal, sekaligus mengajarkan kepada anak secara dini untuk menulis. Hal ini bisa dilengkapi dengan kegiatan anak menceritakan secara lisan dalam forum informal keluarga, yang melatih anak-anak mengkomunikasikan idenya secara verbal.

Pengenalan penelitian pada anak-anak dilakukan pada hal-hal yang dia minati. Kegiatan dibungkus dalam situasi bermain yang santai sehingga tidak menimbulkan kejenuhan pada anak-anak. Pembentukan pola pikir kritis sejak dini akan membuat anak-anak kaya dengan kreativitas kelak saat dia dewasa. Tradisi berpikir kreatif memang harus dimulai dari pendidikan keluarga. Jadi orang tua tidak seharusnya menyerahkan sepenuhnya pada pihak sekolah dan merasa tugasnya telah dilimpahkan kepada pihak sekolah.

Ditulis oleh:
Dhidik Prastiyanto

Written by dhidikp

May 30, 2010 at 2:08 pm

Akses Internet Aman untuk Anak

with 2 comments

Saat sedang chatting dengan istri tiba2 tulisan huruf berjejal muncul di yahoo messenger. Seperti biasanya anak saya lagi iseng nggodain mamanya karena dia lagi bosan dengan laptopnya. Anak saya mengenal internet sejak umur 2 tahun. Saat itu dia belum bisa memakainya, hanya mengomando papanya untuk mencarikan gambar kereta api dengan perintah “pa caiin ave gambar keeta di guge”. Sekarang dia sudah bisa memakai internet, dengan cekatan dia akan menekan tombol logout facebook mama nya kalo dia merasa dicuekin. Kegemarannya maen game online membuat dia sehari-hari memakai internet, mengatur setting game, mencari game kesukaan dia di google dan browsing berbagai gambar tentang pesawat, kereta dan berbagai hal lainnya.

Dengan berbagai game interaktif dan banyak gambar-gambar edukatif lainnya maka internet sangat berguna untuk merangsang kreativitas anak. Akan tetapi bahaya maupun pengaruh burukpun siap mengintai. Semestinya memang orang tua mendampingi saat anak-anak mengakses internet. Di usia anak saya yang masih balita dan setiap hari mengakses internet membuat saya cukup khawatir karena mamanya tidak bisa selalu menemani saat Ave mengakses internet.

Untuk membatasi anak mengakses content yang berbahaya diinternet, kita dapat melakukan pembatasan antara lain dengan menggunakan browser yang khusus untuk anak-anak. Ada banyak internet browser yang aman untuk anak. Jika tidak ingin mengeluarkan ongkos untuk membeli browser tersebut, ada banyak juga yang berstatus freeware antara lain KidRocket, Kidzui dan banyak lagi yang dapat didownload dari internet. Silahkan klik di link berikut untuk mendownload free internet browser untuk anak-anak. Link tersebut saya ambilkan dari download.cnet.com.

Untuk para pecinta rubah api bisa membuat si rubah api cukup aman untuk anak dengan menambahkan adds on pada mozilla firefox anda. Software tersebut tidak dikembangkan oleh mozilla firefox dan dapat anda liat pada link berikut.
Selain itu kita juga dapat mengenalkan anak kita search engine yang ramah buat mereka. Google Safesearch dapat dipakai sebagai alternatif untuk sedikit memberi rasa aman. Sebenarnya search engine ini hanya sedikit membantu saja dan tentu pengawasan orang tua atau guru adalah yang utama.

Masih banyak berbagi cara lain yang bisa dipakai untuk membuat akses internet bagi anak lebih aman. Akan tetapi seperti dijelaskan diatas bahwa suatu software bagaimanapun ketatnya menyeleksi tetap saja ada muatan-muatan yang lolos dan membahayakan bagi si anak. Memang jalan yang terbaik adalah hanya membolehkan anak mengakses internet saat didampingi orang tua atau gurunya. Kita dapat menjelaskan dan bahkan mengekspolari content-content yang bermanfaat bagi anak dan menyeleksi sesuai dengan perkembangan umur anak.

Ditulis oleh:
Dhidik Prastiyanto

Written by dhidikp

March 12, 2010 at 9:39 pm

Meningkatkan Kreativitas Anak

leave a comment »

Meningkatkan kreativitas anak bukanlah suatu pekerjaan yang mudah. Tulisan ini hanyalah unek2 saya tentang kreativitas anak. Saya sendiri bukanlah pakar pendidikan anak jadi tidak tepat kalo memberi nasehat tentang bagaimana mendidik anak menjadi kreatif.

Melihat pola pendidikan usia dini di Indonesia sekarang cenderung mengkhawatirkan. Anak pada usia 4 tahun atau saat masuk TK sudah dibebani dengan belajar angka dan huruf. Yang lebih parah lagi targetnya lulus TK harus sudah bisa membaca karena untuk dapat masuk ke sekolah dasar “favorit” haruslah bisa membaca dan menulis. Hal ini bertolak belakang dengan apa yang dilakukan pada pendidikan usia dini di negara-negara maju. Anak usia dini di sekolah belum diajari membaca dan menulis.

Menanggapi hal ini, tidakkah sebaiknya pada usia dini anak-anak diajak bermain dengan berbagai permainan yang merangsang kreativitas? Banyak sekali permainan yang mengajarkan kebersamaan, kepedulian anak terhadap temannya, kepekaan anak terhadap lingkungan. Pada usia 4-6 tahun rasanya terlalu berat bagi anak dituntut untuk mampu membaca dan menghitung. Saya mengamati anak saya yang berusia 4 tahun sangat malas dan tidak mau untuk belajar membaca dan menulis. Akan tetapi apa boleh buat karena ada pekerjaan rumah dari TK dengan ogah-ogahan anak saya terpaksa menulis.

Dia menulis angka sambil bermain sesuka hatinya. Kata mamanya dia tidak mau menulis dengan berbagai macam alasan. Suatu saat dia ogah menulis karena sedang membuat mobil mobilan dan kapal selam yang katanya buat hadiah kejutan kalau papa pulang. “Ave gak mau belajar, ave lagi sibuk membuat kapal selam, hadiah kejutan buat papa” begitu celotehnya dari suara telepon di benua seberang. Kapal selam yang dimaksud itu dibuat dari kardus dan dilem menggunakan lakban mengikuti imajinasi dia. Terkadang saat menyiapkan hadiah kejutan buat papanya, anak saya menelpon menanyakan bagaimana cara membuat rangka mobil, lampu signnya dibuat pake apa dan berbagai macam pertanyaan lainnya. Namanya juga anak kecil, menyiapkan kejutan tapi tanya pada yang mau dikasih kejutan :).

Terkadang hal ini membuat saya berpikir, layakkah kita merampas kebahagian anak mengembangkan imajinasinya demi keegoisan para pengelola pendidikan yang mengharuskan masuk sekolah dasar harus bisa membaca? Tidak tega rasanya saat anak saya sedang membongkar mainannya dan lagi mikirin bagaimana masang mesin mobil-mobilan harus duduk sambil dipegangin tangannya agar mau menulis angka-angka pekerjaan rumah. Padahal dia sedang membuat mobil-mobilan dengan penggerak motor dc dan sedang memikirkan bagaimana remote control bisa mengendalikan mobil-mobilan tersebut :).

Kita sebagai orang tua seharusnya menyediakan fasilitas dan mendampingi anak mengembangkan kreativitasnya sambil bermain. Di Jerman untuk menumbuhkan kreativitas anak-anak sembari bermain, dibangun arena bermain (spielplatz) di setiap kompleks perumahan. Tiap arena bermain mempunyai keunikan sendiri-sendiri, tidak seperti di tempat kita yang isinya sudah bisa ditebak yaitu ayunan, jungkat-jungkit dan prosotan. Di sini dibangun arena bermain yang memperagakan bagaimana memompa air dengan kincir, dilengkapi dengan saluran-saluran yang ada pintu buka tutupnya seperti aliran irigrasi pada sistem pertanian. Ada juga permainan memperagakan mengambil pasir dan meletakkan di tempat lain. Permainan untuk menumbuhkan keberanian anak seperti memanjat di tali dengan tali yang dibuat seperti sarang laba-laba sampai atas juga ada. Semuanya dirancang dengan tetap memperhatikan keselamatan si anak.

Untuk menumbuhkan kreatifitas anak juga bisa dengan bermain game online. Akan tetapi hati2 kalau anak sudah mulai ketagihan dengan satu game kesayangan. Ini bisa dihindari dengan menawarkan game lainnya. Kebetulan anak saya memang sangat menyukai hal yang baru, jadi saat suatu game sudah dia kuasai maka dia tidak akan mau lagi memainkannya. Game ini bermacam macam jenisnya, ada game mengatur lalu lintas pada sebuah kota yang banyak jalurnya dengan on-off trafik light di setiap perempatan. game ini akan mengajari anak mengatur jalannya mobil supaya tidak menumpuk dan tetap memperhatikan sisi-sisi lainnya. Ada juga game mendorong sebuah gerobak dan meluncur di daerah perbukitan yang melatih si anak untuk mengendalikan posisi jatuhnya gerobak supaya tidak rusak. Yang terpenting saat bermain game, orang tua menemani supaya anak tidak kecanduan ngegame. Jangan sampai hanya bermain game yang hanya satu saja, contohnya game bermain bola yang cenderung menyebabkan anak kecanduan main karena pengen menang. Minimal seminggu sekali ganti game. Saat di jerman, anak saya sehari bisa 3 kali ganti game karena bosan.

Memancing kreativitas anak juga bisa dilakukan dengan menjawab pertanyaan dan keingin-tahuan anak dengan tuntas. Kita bisa mencari referensi di internet dan menjelaskan tentang apa yang ingin diketahui anak. Anak saya pernah bertanya mulai dari cara pembuatan kereta, mesin kereta seperti apa, sampai bagaimana kereta berhenti di setiap stasiun dan bagaimana pengaturannya. Untuk menjawabnya karena memang saya bukan pakar kereta api, kami sama-sama mencari di google. Karena anak saya yang masih berumur 4 tahun maka kami mencari gambar pabrik kereta, gambar-gambar pembuatan kereta, gambar mesin kereta dan tidak lupa yang paling menarik bagi dia adalah video miniatur pengaturan kereta api pada sebuah kota.

Permainan seperti puzzle, lego dan aneka mainan kreatif lainnya dapat juga menjadi sarana belajar yang asyik. Dan tidak lupa tentunya bermain dengan alam sekitar yang memang sangat menyenangkan. Jadi menurut saya yang awam tentang pendidikan anak, sebaiknya masa kecil sebelum usia sekolah dasar diisi dengan banyak bermain sesuai imajinasi anak-anak.

Ditulis oleh:
Dhidik Prastiyanto

Written by dhidikp

October 12, 2009 at 8:22 pm

MENJAWAB PERTANYAAN ANAK

with 5 comments

Tulisan menjawab pertanyaan anak ini pendapat pribadi. Pertanyaan anak terasa lebih sulit menjawabnya daripada pertanyaan orang dewasa karena kita harus menjawab pertanyaan anak sesuai tingkat pemahaman anak tersebut.

Hampir 8 bulan aku tidak ketemu dengan anakku karena harus mengembara menuntut ilmu. Saat lambaian tangan anakkku mengiringi langkahku menaiki tangga pesawat anakku baru berusia tiga tahun lebih sedikit. Selama sembilan bulan terpisah oleh benua yang berbeda, aku hanya bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan anakku lewat telepon. Diskusi dan komunikasi antara anak dan orang tua sangat penting sekali. Sebagai orang tua aku sadar bahwa setiap omongan, jawaban dan tingkah lakuku akan terekam jelas di pita memori otak anakku. Tugas menjadi orang tua sangat berat karena sebenarnya tanggung jawab untuk membentuk kepribadian, pola pikir dan sikap dari seorang anak terletak pada orang tuanya.

Kali ini aku ingin menumpahkan uneg-unegku tentang berdiskusi dan menjawab pertanyaan anak. Sejak anakku Ave bisa ngomong, dia hampir dikatakan tidak bisa diam tanya ini-itu yang membuat aku harus berpikir keras menjawab pertanyaannya. Menjawab pertanyaan anak haruslah hati-hati karena kita harus menyesuaikan umur si anak. Kita juga harus menjawab dengan kalimat-kalimat yang memancing kreativitas dan pengembangan pola pikirnya. Inilah hal yang paling sulit. Ave termasuk anak yang sangat banyak ngomong dan banyak bertanya. Hal yang tidak diketahuinya pasti ditanyakan dengan detil. Dengan tiga senjata andalannya, apa, kenapa, gimana.

ave: Kenapa ini gak siang-siang?
aku: Baru saja isya kok dah nanya kenapa belum siang, bumi kan berputar 24 jam jadi 12 jam matahari keliatan, 12 jam gak keliatan
ave: Kenapa harus ada malam?kalo gak ada malam gimana?
aku: Manusia, hewan, tumbuhan kan butuh istirahat
ave: Singa, harimau,sapi kambing, kelinci, ular (dan sederet nama hewan disebutkan)….butuh istirahat semua?
aku: Iya semua butuh istirahat
ave: Kalo gak istirahat gimana?
aku: badan bisa pegel2 semua. Kalo istirahat, waktu bangun tidur kan sudah seger
ave; Pegel-pegel itu apa sih?
aku: Pegel2 itu sama dengan capek
ave: Kenapa kalo gak istirahat badan bisa pegel2?

Pertanyaan ini kalo dijawab tentang mekanisme metabolisme tubuh yang diajarkan dalam biologi tentu belum sesuai dengan Ave yang baru berumur 2 tahun 8 bulan waktu itu. Lebih baik menjawab dengan mencari referensi tentang metabolisme versi untuk anak-anak. Ah andai saja ada wikipedia for kid. sebenarnya ada eksikolpedia untuk anak anak bisa diklik di sini. Tapi aku cari-cari tentang metabolisme ternyata artikelnya belum lengkap. Artikel pada ensiklopedia tersebut kebanyakan mengambil dari wikipedia dengan memilih konten yang cocok untuk anak-anak tapi menurutku masih kurang memuaskan karena penjelasannya kebanyakan masih menggunakan pendekatan orang dewasa.
Akhirnya aku balik ganti bertanya:

aku: Coba kalo ave gak bobok paginya ngantuk gak..capek gak?
ave: iya ave capek kalo gak bobok..ngantuk. Kenapa sih gitu?

Waduh ternyata masih ditanyakan lagi:
aku: Tubuh memang butuh istirahat nak, mata, telinga dan bagian tubuh yang kita butuh istirahat biar sel-sel yang rusak pulih.
ave: Sel itu apa sih? (weleh masih bersambung to hemm)
aku: Sel itu bagian yang paling kecil dari tubuh kita
ave: o gitu (alhamdulillah berhenti juga ave bertanya hehe)

Pertanyaan-pertanyaan anak kecil memang banyak sekali. Ave menanyakan berbagai hal
ave: Kipas butuh listrik, Tivi butuh listrik, Lampu pakai listrik, radio, tape, kulkas semua butuh listrik. Listrik itu apa sih?

Pertanyaan ini sebaiknya jangan dijawab listrik adalah tenaga yang dibutuhkan oleh radio, tape, tivi dsb. Jawaban seperti itu hanyalah restatment yang tidak memancing daya kreatif anak. Lebih baik kalau memang belum ada ide anak dijawab dengan akan membahas besok dan diajak untuk mencari bahan2 bacaan tentang listrik. Penjelasan detil dengan ensiklopedi anak atau bahan yang didapat dari internet akan jauh lebih bermanfaat untuk membangun daya pikir si anak. Penjelasan bagaimana listrik dibangkitkan, bagaimana listrik ditransmisikan sampai bisa menghidupkan peralatan rumah tangga dapat diterangkan secara detail melalui gambar-gambar yang dapat dicari dengan mudah di internet. Di Jerman permainan anak tentang pembangkitan, transimisi dan distribusi listrikpun ada. Mulai dari turbin, generator, jaringan transmisi, jaringan distribusi sampai pada peralatan listrik rumah tangga.

Waktu mendapat oleh2 mobil2an yang aku titipkan pada temanku ave melihat ada yang aneh pada mobil itu dan waktu aku telepon langsung dicecar pertanyaan.
ave: Pa, mobil di Jerman setirnya kiri ya?
aku: Iya ve setirnya di kiri
ave: Trus kalo jalan di mana?
aku: Jalannya di kanan
ave: Kenapa beda sama di rumah ave? di sini mobil jalan di kiri, kenapa di Jerman jalan di kanan?

Waduh mikir lagi deh,
aku: Karena aturannya di Jerman dengan di Indonesia beda ve
ave: Kenapa aturannya berbeda Pa?

aduh skak mat lagi nih, harus cari info dulu nih, bagaimana menjawab pertanyaan ini cocok untuk anak kecil. Sebenarnya kau bisa menjawab bahwa masing-masing negara aturannya berbeda, perilaku orangnya juga berbeda-beda, tetapi anakku kalo tanya ngejar sampe abis akalku, rentetan pertanyaan yang terbayang dalam otakku, ave akan melanjutkan dengan kenapa tiap negara berbeda, kenapa gak disamakan, gimana kalo orang jadi bingung. Faktanya memang kesepakatan secara internasional belum tercapai, infrastruktur, mode transportasi yang sudah dibuat berbeda akan susah untuk disamakan, belom lagi ego masing-masing sistem. Yang susah adalah menerang hal ini kepada anak kecil.

aku: Besok papa telpon lagi papa jelasin, sekarang papa mau cerita tadi abis beli kereta2an baru buat ave
ave: Asyik2, dikirimin lewat temen papa ya, bisa bawanya gak temen papa?
Hehe akhirnya aku punya waktu buat bertanya pada prof google tentang hal ini.

Pertanyaan anak kecil ternyata jauh lebih sulit dijawab daripada pertanyaan para mahasiswaku saat kuliah. Mungkin karena saat memberi kuliah aku sangat menguasai bidang itu, sedangkan pertanyaan anakku beraneka ragam yang menuntut aku sebagai orang tua harus mampu menjawab semua pertanyaannya dengan baik. Yang paling susah adalah menjawab pertanyaan itu sesuai dengan tingkat berpikir si anak.

Diskusi antara anak dan orang tua memang sangatlah penting. Sebagai orang tua harus dapat menjadi teman diskusi yang baik buat anak. Hal yang terpenting untuk disoroti adalah ketersedian waktu orang tua untuk bermain dan berdiskusi dengan anak. Perkembangan otak anak kecil sangat dipengaruhi dengan apa yang didapatkannya pada usia 0 sampai 5 tahun. Pondasi pendidikan dari orang tua yang kokoh akan membuat si anak tumbuh sebagai anak yang kreatif. Sering kali kita menyerahkan pendidikan usia dini kepada playgrup. Sebenarnya idealnya sampai umur 5 tahun sang ibu harus menjadi guru yang setia pada setiap anaknya. Inilah peran wanita yang kadang sering terkesampingkan.

Ibu mempunyai tugas yang sangat berat dan peranan yang sangat vital untuk menentukan masa depan si anak. Ave sering mencecar gurunya dengan pertanyaan-pertanyaan yang sering merepotkan sang guru yang juga harus berbagi waktu untuk mendampingi anak lainnya. Untuk itu seorang ibu harus berpengetahuan luas, mengerti tentang cara mendidik anak dan menemani si anak pada masa-masa keemasannya. Idealnya memang seorang ibu baru bekerja di luar rumah setelah anak2nya memasuki masa sekolah dasar. Walaupun kondisi ini memang sangat sulit dengan berbagai alasan. Mungkin usulan yang paling ekstrim adalah instansi pemerintah atau perusahaan memberlakukan syarat bahwa seorang wanita bisa bekerja kalau masih lajang (bersedia mengundurkan diri saat melahirkan) atau ibu yang mempunyai anak terakhir berumur 5 tahun. Hal yang mustahil bisa terwujud.

Untuk menjawab pertanyaan anak sebaiknya:
1. Hindari jawaban melarang anak untuk bertanya lagi: “kayak gitu kok ditanyain, gak bisa diem ya?”
2. Hindari jawaban tidak tahu dengan menggantinya kita cari bahan2 bacaaanya dulu ya, besok kita diskusikan lagi. Akan tetapi jangan lupa untuk mendiskusikan saat sudah punya bahan bacaan lengkap
3. Jawab pertanyaan anak dengan sungguh-sungguh, hargailah anak-anak karena mereka benar-benar ingin mengetahui apa yang mereka tanyakan
4. Jangan pernah mengatakan kebohongan
5. Anak-anak sering mempertanyakan hal yang remeh dalam pandangan orang tua. Jawab semua pertanyaan tersebut dan perhatikan bahwa pola pikir anak berbeda dengan orang dewasa
6. Anak-anak sering menanyakan berulang-ulang. Perhatikan jawaban yang berulang ulang tersebut boleh berbeda tetapi faktanya tetap sama. Anak memang membutuhkan pengulangan untuk mengetahui sesuatu
7. Persiapkan baik-baik jawaban untuk pertanyaan yang sering ditanyakan anak, dan bersiap-siap untuk menjawab pertanyaan anak yang sulit misalnya tentang seksualitas. Banyak bahan bacaan yang mudah didapat di internet.

Yang perlu digarisbawahi adalah segala sesuatu ada ilmunya. Untuk menjadi orang tua yang baikpun ada ilmunya. Cara menjawab pertanyaan anak menjadi sesuatu yang harus dipelajari setiap orang tua yang peduli terhadap pertumbuhan mental, kepribadian dan kecerdasan anaknya. Menjawab pertanyaan anak tidak semudah menjawab pertanyaan mahasiswa atau orang dewasa lainnya karena disetiap jawaban itulah torehan tinta pada hati dan pikiran si anak akan mewarnai perjalanan hidupnya.

Ditulis oleh:
Dhidik Prastiyanto

referens:
1. http://www.cdl.org/resource-library/articles/childrens_questions.php
2. http://health.howstuffworks.com/how-to-answer-difficult-questions-from-children1.htm

Aku rindu Anakku, Istriku dan Masjidku

with 10 comments

Lima bulan sudah aku merantau di negeri orang. Udara dingin Karlsruhe menusuk tulangku saat kutulis catatanku ini. Bukan karena aku berada diluar menikmati malam tapi karena pemanas ruangku mati otomatis dengan alasan penghematan.

Masih terekam jelas dalam otakku lambaian tangan anak dan istriku tercinta dari kejauhan saat aku menaiki tangga pesawat Lion Air. Yah penerbangan Lion Air JT 553 disambung dengan Lufthansa LH-779 melemparku jauh dari buah hati dan belahan jiwaku tidak tanggung-tanggung sejauh 11100 km atau seperempat keliling bumi (40.076 km).

Aku bersyukur sekali Ave anakku tidak menangis saat mengantarku di bandara. Kalo Ave menangis aku tidak akan tahan melihatnya dan akan semakin memberatkan langkahku. Mungkin karena anakku tersayang sudah menangis sejadi-jadinya di rumah sebelum berangkat. Aku peluk buah hatiku erat-erat, tak terasa air mataku mengalir seirama tangisan anakku. Istriku tercinta ikut menangis melihat kami berdua. Begitu berat aku meninggalkan bocah tiga tahun yang sedang butuh kasih sayang, perlindungan dan bimbingan papanya tercinta.

Demi menuntut ilmu aku mengabaikan kewajiban utama seorang ayah..mengukir tinta emas di pikiran dan hati bocah yang masih suci dari dosa. Kadangkala aku berpikir, setimpalkah pengorbanan yang aku lakukan?tak berdosakah aku pada Allah SWT karena aku telah mengabaikan tanggung jawabku mendidik titipanNya yang sungguh sangat berharga bagiku?

Terekam jelas pixel2 kenanganku bersama anakku..tersimpan dalam memori otakku dengan kode warna lebih dari 32 bit…tangisan anakku saat aku tinggal jum’atan. Setelah itu dia selalu menemaniku sholat lima waktu di masjid kampungku jika aku sedang libur tidak mengajar. Setiap aku mengenakan sarung..suara celat itu bertanya “papa mau kemana, ke masjid ya..ave ikut”..anak itu belajar sholat walaupun sujudnya masih tengkurap, dan tidak bisa duduk antara dua sujud karena tubuhnya yang gendut.

Moga Allah SWT melimpahkan rahmat dan petunjukNya bagi kami sekeluarga. Anakku waktu umur 7 bulan akan berhenti dari aktivitasnya sejenak saat mendengar suara adzan, SubhanAllah. Moga-moga dia akan menjadi seorang muslim yang kuat dan cerdas.

Aku merindukan istriku tercinta, celoteh cerewetnya yang membuat aku tegar menghadapi segala cobaan..Istriku memang wanita yang sangat bersih hatinya..Terimakasih Allah SWT atas nikmatMu padaku sekeluarga..Sekarang hanya suaranya yang dapat aku dengar..dan sesekali potongan gambar tak jelas dari aliran video streaming yang berbaur dengan berbagai data..berseliweran tak karuan dalam jaringan komunikasi negeriku yang memang masih semrawut…

Aku rindu suara adzan di kampungku…kini aku hanya mendengar suara adzan dari Laptopku..di Jerman suara adzan dilarang dengan alasan berisik..ya Allah, suara merdu itu dianggap berisik disini. Orang jerman sendiri secara personal sebenarnya sangat menghargai islam. Temenku selalu mengingatkan aku kalo aku salah masuk ke line makanan yang ada babinya walaupun itu hanya minyak saja. Temanku dengan detail akan menerangkan kandungan makanan. Memang nurani manusia menurutku selalu baik.

Islam adalah agama yang sangat cinta damai. Nabi Muhammad SAW bahkan membalas dengan doa dan senyuman ketika dilempar kotoran unta ke muka beliau. Benar-benar akhlak yang mulia. Dengan membalas kejahatan dengan kebaikan aku yakin Agamaku akan bersih dari segala tuduhan yang tidak benar. Bagiku agamaku dan bagimu agamamu. Kita hidup dalam dunia yang damai, penuh pengertian dan saling membantu.

Moga-moga rinduku cepat terobati, moga keluargaku bisa segera menemaniku disini.

Written by dhidikp

February 26, 2009 at 9:50 pm