Mari Berbagi walaupun hanya sekedar Informasi

Berbagi informasi tentang segala hal positif

Archive for the ‘Opinion’ Category

Contoh Tesis Online

with 2 comments

Tulisan contoh tesis online ini beris pendapat penulis tentang studi master dan bagaimana mempersiapkan diri untuk mengerjakan tesis. Bagaimana cara mendapatkan contoh tesis secara online juga akan ditulis secara singkat.

Semangat para sarjana untuk meneruskan kuliah S2. Berbagai kalangan seolah berlomba lomba meneruskan studinya. Dahulu waktu saya mengambil master rata rata teman saya adalah staf pengajar berbagai universitas. Sekarang sangat bervariasi dari yang baru lulus S1, PNS dari berbagai instansi ataupun karyawan swasta berbagai perusahaan. Kesempatan itu ditangkap oleh berbagai universitas dengan menyediakan berbagai program magister yang menjanjikan berbagai kemudahan secara waktu maupun fasilitas lainnya. Hal yang patut dijaga bersama adalah kualitias dari proses pendidikan tersebut. Semuanya memang harus berangkat dari niat masing-masing untuk meningkatkan kemampuan akademis maupun kemampuan profesional sesuai dengan studi master yang ditempuh. Beberapa teman menembuh masternya dalam waktu yang sangat lama dan beberapa orang gagal. Kegagalan menempuh studi master tersebut biasanya pada waktu mengerjakan tesis. Sistem di indonesia memang menganut sistem mixed antara course work dan research. Di luar negeri banyak negara yang menawarkan murni course work atau hanya perkuliahan saja dengan waktu yang sangat cepat.

Kegagalan mahasiswa dalam tesisnya lebih karena kurang kesiapan mahasiswa tersebut dalam mengerjakan tesis. Umumnya program studi akan membebani mahasiswa dengan dua semester untuk teori dan semester ketiga untuk memulai penelitian tesisnya. Idealnya seseorang harus mempunyai gambaran terlebih dahulu seperti apa tesis yang diharapkan. Dengan membaca tesis tesis yang berkaitan dengan bidang yang akan diteliti maka akan membuat seseorang mampu mempersiapkan sejak awal dalam membuat tesis tersebut. Tentunya membaca contoh-contoh tesis yang ada tersebut hanya untuk memperoleh gambaran tentang bagaimana penelitian dan penyusunan tesis tersebut, bukan malah terjebak untuk memplagiat ide maupun isi dari tesis tersebut. Menangkap persoalan yang belum terjawab dalam contoh tesis tersebut juga dapat menjadi ide untuk penelitian tesis selanjutnya.

Pada umumnya perpustakaan di universitas-universitas hanya menampilkan judul dan abstrak dari tesis mahasiswanya. Untuk dapat membacanya kita harus datang ke perpustakaan tersebut. Jika masih dalam tahap persiapan dan belum mengambil program master dan belum menentukan bidang yang akan diteliti saat penelitian untuk tesis nantinya, dapat mencari tesis dalam bentuk file elektronis yang tersedia di internet.

1. CBIR. Contoh tesis komunikasi, tesis ekonomi, tesis pendidikan dari sebuah universitas di New York dapat diakses pada link tersebut. Publikasi full text tersebut adalah dari tesis-tesis yang terpilih di universitas itu.

2. essays.se. Link tersebut berisi contoh tesis bidang teknik maupun sosial dari universitas univesitas di swedia. Judul tesis yang diinginkan tinggal dicari dari search yang disediakan.

3.Cyberthesis.Net. Thesis bidang sains dan teknologi seperti elektro, teknik sipil, fisika dan lainnya dapat ditemukan dalam link tersebut. Contoh tesis manajemn, hukum dan ilmu sosial serta humaniora lainnya juga dapat dicari pada website tersebut.

Dengan gambaran yang diperoleh dari contoh-contoh tesis tersebut maka mahasiwa akan lebih siap untuk merencanakan penelitiannya dan mempersiapkan diri dengan baik sebelum menempuh kuliah master. Dengan demikian diharapkan kegagalan dalam menempuh kuliah master dapat diminimalkan.

Ditulis oleh:
Dhidik Prastiyanto

Written by dhidikp

June 12, 2010 at 9:07 pm

Metode Ilmiah

with 2 comments

Penemuan suatu pengetahuan baru, pengkajian terhadap suatu fenomena ataupun bantahan terhadap pengetahuan yang telah ada dilakukan dengan sebuah metode yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah. Metode Ilmiah adalah cara untuk membuktikan, menemukan ataupun menyanggah suatu pengetahuan dengan berdasarkan bukti-bukti yang dapat dikur, dapat diobservasi atau bukti-bukti empiris. Pengetahuan yang tidak dapat dibuktikan kembali oleh orang lain sesudahnya bukanlah sebuah proses ilmiah. Kebenaran dari pengetahuan tidaklah mutlak, sehingga dapat dikatakan bahwa pengetahuan itu benar hanya sampai ada orang lain yang membuktikan bahwa pengetahuan tersebut salah dengan metode ilmiah yang dapat diterima dikalangan ilmuwan. Dalam jurnal-jurnal ilmiah dapat kita temukan publikasi ilmiah yang hasilnya merupakan sanggahan terhadap hasil-hasil ayng telah dikemukakan oleh ilmuwan sebelumnya.

Secara umum untuk menghasilkan sebuah karya dengan metode ilmiah dilakukan dengan beberapa langkah berikut:
– Perumusan masalah
Permasalahan yang ingin diteliti harus dirumuskan dengan jelas.
– Studi pustaka
Studi yang komprehensip seputar permasalahan yang ada harus dilakukan supaya tidak terjadi duplikasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Suatu penelitian boleh saja mengunakan objek yang sama dengan metode penelitian yang berbeda atau algoritma yang sama tetapi diterapkan pada sesuatu object yang baru.
– Memformulasikan hipotesis
Dugaan solusi terhadap permasalahan yang terjadi atau terhadap suatu fenomena sehingga jelas arah penelitian yang dilakukan.
– Pengumpulan data dan eksperimen
Data adalah sesuatu yang mutlak harus disajikan untuk membuktikan suatu hipotesis.
– Analisis data
Untuk mendapatkan informasi dari data dan eksperimen analasis perlu dilakukan.
– Interpretasi data dan pengambilan kesimpulan
Berdasarkan informasi yang ada dari data-data yang telah diolah, dilakukan pengujian terhadap hipotesis atau diambil kesimpulan solusi permasalahan yang dikemukan.
– Publikasi
Suatu karya ilmiah akan diakui jika telah dikomunikasikan melalui suatu publikasi ilmiah.
– Pembuktian kembali
Jika suatu karya ilmiah menarik maka akan banyak peneliti lain yang menggunakan hasil tersebut untuk diteliti lebih lanjut ataupun untuk dibuktikan kembali.
Pada langkah-langkah diatas, peneliti mungkin akan melakukan pengulangan pada pengambilan data, eksperimen, menganalis data, menginterpretasikan hasil jika terdapat kesalahan pada proses tersebut.

Sebagai contoh semisal ada penelitian tentang penghapusan derau secara elektronis maka peneliti akan merumuskan permasalahan misalkan pada sebuah ruang rapat kantor yang terganggu oleh suara mesin pabrik. Peneliti kemudian melakukan studi literatur dari berbagai bukan dan jurnal tentang permasalahan ini. Sumber yang biasanya digunakan adalah jurnal-jurnal ilmiah karena ilmuwan kebanyakan mempublikasikan dalam jurnal ilmiah sebelum menerbitkan menjadi buku. Jurnal-jurnal ilmiah boelh dikatakan sebagai komunikasi utama antara ilmuwan. Memang terdapat juga komunikasi lainnya seperti koferens ataupun simposium tetapi biasanya publikasi dalam bentuk proseding adalah tahapan sebelum menemukan suatu kontribusi yang signifikan yang dapat dipublish dalam jurnal.

Berbagai cara penghapusan derau bisa didapatkan dari referensi-referensi itu. Peneliti mempelajari dengan detil berbagai metode yang telah dikemukan. Kelebihan dan kekurangan dari metode itu menjadi pertimbangan tersendiri dalam memilih metode yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Setelah mereview pustaka, peneliti memformulasikan hipotesis, misalkan filter adaptif lms dapat diimplementasikan dalam penghapusan derau secara real time. Untuk membuktikan dugaan solusi ini maka peneliti melakukan eksperimen dan pengambilan data. Dalam hal ini sebelum melakukan eksperimen secara hardware peneliti dapat menguji dugaan tersebut dalam bentuk simulasi. Data-data dikumpulkan misalkan data berupa suara percakapan rapat yang direkam. data berupa suara mesin pabrik. data berupa gabungan suara tersebut. Peneliti dapat juga menggunakan data-data sederhana untuk pengujian awal misalkan data suara tone 3 kHz yang dianggap sebagai derau.

Analisis dilakukan terhadap kemampuan filter adaptif lms untuk menghapus derau tersebut. Kemampuan filter tersebut secara simulasi terhadap data sederhana sampai kemampuan filter tersebut terhadap data suara percakapan dan bising yang sebenarnya. hasil hasil tersebut menjadi bahan pertimbangan untuk realisasi secara real time. Setelah performa simulasi dianggap memenuhi target yang ditentukan maka realisasi perangkat keras diperlukan dengan mulai mengkaji kebutuhan perangkat kerasnya. Tipe DSP yang dipilih untuk pemroses, mikropon dan speaker yang digunakan sebagai realiasi input output dan kebutuhan-kebutuhan perangkat keras lainnya. Selanjutnya perlu dilakukan coding dari algoritma filter adaptif lsm yang digunakan ke dalam bahasa yang dimengerti oleh digital signal processor. Dan setealh semua persiapan eksperimen real time siap, dilakukan pengujian terhadap alat yang dibuat tersebut. Berapa desibel alat tersebut mampu mengurangi derau yang ada.

Proses panjang tersebut bisa dipublikasikan oleh peneliti. Pada kasus ini bisa saja baru tahap simulasi hasil-hasilnya dipublikasikan. jadi langkah yang tertulis diatas tidaklah kaku tetapi tergantung pada situasi semisal hasil simulasi memang sudah layak untuk dipublikasikan maka akan menjadi bagian karya tersendiri.

ditulis oleh:

Dhidik Prastiyanto

Written by dhidikp

March 30, 2010 at 10:58 pm

Posted in Opinion

Tagged with ,

Contoh Karya Ilmiah

with 2 comments

Seringkali seorang peneliti pemula memerlukan contoh karya ilmiah. Contoh karya ilmiah dibutuhkan untuk memberikan gambaran yang lebih nyata buat seseorang yang baru memulai belajar meneliti. Dengan contoh tersebut akan terbangun pemahaman yang komprehensip tentang bagaimana seharusnya karya ilmiah ditulis.

Banyak orang kebingungan untuk menuliskan hasil karya penelitiannya dalam bentuk publikasi jurnal ilmiah, poster atau bentuk publikasi lainnya. Terkadang tidak hanya di kalangan mahasiswa atau siswa, saya menemui dikalangan guru, bahkan dosenpun terkadang banyak yang kebingungan bagaimana menulis di suatu jurnal. Ada beberapa dosen yang selama berpuluh tahun tidak naik pangkat gara-gara tidak bisa menuliskan karya ilmiah. Untuk beberapa orang terkadang kendalanya bukan pada persoalan penulisannya tapi masalahnya adalah pada proses penelitian yang menghasilkan karya ilmiah tersebut.

Belajar meneliti memang suatu proses yang terkadang tidak mudah. Biasanya orang memulai dengan mempelajari metode penelitian yang umumnya di kelompokan menjadi metode penelitian sosial dan eksak. Banyak buku dan sumber-sumber dari internet yang mengupas tentang metode penelitian. Namun peneliti pemula sering kebingungan untuk merealisasikan apa yang dipelajarinya dari metode penelitian tersebut. cara yang mudah untuk mendapatkan gambaran yang lebih utuh yaitu dengan membaca contoh hasil karya penelitian yang berwujud laporan penelitian maupun publikasi ilmiah di jurnal. Dengan membaca banyak contoh karya ilmiah maka dengan sendirinya otak akan menghubungkan antara ilmu metode penelitian yang telah dibaca sebelumnya dengan realisasi nyata dalam karya tersebut. Sebaiknya jangan membaca satu atau dua artikel tetapi membaca ratausan artikel sehingga kita akan mendapatkan berbagai variasi karya ilmiah yang dengan sendirinya akan membangun logika berpikir kita tentang karya ilmiah. Setelah pemahaman yang didapatkan, belajar meneliti sesungguhnya ada pada tahapan mengerjakan penelitian sendiri. Learning by doing memang salah satu cara yang ampuh untuk memahami tentang sesuatu. Banyak pengetahuan yang tdiak didapatkan dengan membaca akan kita dapatkan dari proses yang kita jalani seperti proses penelitian tersebut.

Memang sekalli lagi ditegaskan bahwa membaca contoh karya ilmiah adalah sangat penting. Akan tetapi yang harus kita jaga adalah jangan sampai melakukan plagiat terhadap karya ilmiah orang lain. Plagiarism adalah dosa terbesar yang tidak terampuni dalam dunia ilmiah. Masih segar diingatan kita seorang profesor yang melakuakan tidak plagiarism dari suatu artikel di luar negeri dan ditulis di artikel koran nasional. Artikel tersebut hanya artikel dalam sebuah koran yang sebenarnay aturan penulisannya lebih longgar daripada aturan penulisan pada jurnal ilmiah. Hal itu sudah cukup untuk membuat sebagian besar orang, menuntut profesor tersebut menanggalkan gelar akademiknya. Sayang sekali jika sebuah perjalanan menempuh karir akademik ke jenjang tertinggi akhirnya kandas gara-gara kasus plagiarism. untuk itu kita benar-benar harus tanamkan pada diri kita sebagai peneliti untuk menjauhi tindakan tidak terpuji ini.

Untuk mendapatkan contoh karya ilmiah kita bisa membaca jurnal-jurnal ilmiah nasional maupun internasional. namun kebanyakan jurnal tersebut tidak gratis sehingga menjadi kendala tersendiri. Masalah inilah yang selalu menjadi masalah utama bagi beberapa scholar di Indonesia. Kekurangan pustaka tersebut akan membuat penelitian berjalan tersendat atau bahkan penelitian yang dilakukan adalah penelitian basi yang tidak merujuk penelitian manapun. Dengan kata lain sebenarnya hal yang diteliti sudah pernah dilakukan, tetapi karena si peneliti tidak menelusuri pustaka disebabkan oleh ketidakmampuan universitas untuk menyediakan akses ke jurnal ilmiah internasional, si peneliti mengulang kembali penelitian yang telah ada.

Sebenarnya ada jurnah ilmiah yang gratis atau open acces. Beberapa situs yang berisi list ke jurnal ilmiah tersebut adalah sebagai berikut:
1. DOAJ, berisi direktore tentang jurnal yang bersifat open acces. Pada link tersebut bisa didapatkan contoh karya ilmiah dalam bidang teknologi, elektro, komputer,, ilmu sosial, pertanian, kesehatan, jurnal kebidanan, kehutanan, teknologi pangan, peternakan dan lainnya. Hampir semua bidang ilmu ada dalam list situs tersebut.
2. Biomedical central, berisi link ke jurnal jurnal bidang biomedis, kesehatan, kedokteran, dan bidang yang terkait.
3. Aera SIG, berisi jurnal pendidikan
4. WASET, memuat bidang bidang sains, teknologi dan teknik.

Masih banyak lagi website yang menyediakan link ke open acces jurnal. Jadi untuk mendapatkan contoh-contoh karya ilmiah tidaklah sulit. Hanya saja memang yang saya tulis disini semua berbahasa inggris. Semoga bermanfaat.

Ditulis Oleh:

Dhidik Prastiyanto

Written by dhidikp

March 20, 2010 at 9:06 am

Posted in Opinion

Tagged with ,

Teknologi Komunikasi

leave a comment »

Teknologi komunikasi adalah teknologi yang mendukung pertukaran informasi. Komunikasi sendiri sebenarnya pengertian awalnya adalah proses pertukaran informasi dengan berbagai media perantara. Sedangkan telekomunikasi adalah proses komunikasi jarak jauh. Namun sekarang antara komunikasi dapat digunakan untuk menggantikan kata telekomunikasi juga.

Komponen utama sistem komunikasi atau sistem telekomunikasi adalah pemancar, penerima dan media transmisi. Pemancar mengirimkan sinyal informasi melalui suatu media yang kemudian diterima oleh penerima. Pada sistem komunikais modern sinyal informasi umumnya dimodulasi dahulu sebelum dipancarkan melalui suatu kanal yang tersedia. Komunikasi antar perangkat telekomunikasi dapat dilakukan apabila antar perangkat memahami “aturan dan bahasa” yang dipergunakan. Sama halnya kalo kita berkomunikasi langsung denagn orang asing yang tidak memahami bahasa kita maka yang terjadi adalah penggunaan bahasa isyarat yang dipahami kedua orang yang berkomunikasi tersebut.

Bidang komunikasi memang melibatkan berbagai aspek. Untuk dapat berkomunikasi secara lancar tentunya membutuhkan perangkat hasil dari pengembangan bidang teknologi. Akan tetapi untuk menjamin perangkat yang dihasilkan berbagai industri telekomunikasi dapat berkomunikasi satu sama lainnya maka diperlukan standarisasi dan protokol (aturan) yang mengatur interkoneksi antara banyak perangkat. Dalam hal ini bidang regulasi yang mengurusi aturan komunikasi. Aspek ekonomi dan sosial juga terkait erat dengan bidang komunikasi. Bidang komunikasi memang sangat penting dan menjadi kebutuhan yang pokok dalam kehidupan masyarakat.

Perkembangan teknologi komunikasi sangat pesat. dalam bidang pertelevisian, perkembangan sistem televisi digital perlahan-lahan akan menggantikan sistem televisi analog. Di negara- negara maju sistem televisi digital sudah diterapkan secara luas sejak lama. Di indonesia era televisi digital baru saja dimulai. Perkembangan teknologi telepon lebih mencengangkan lagi. Sistem komunikasi telepon bergerak atau sistem komunikasi seluler, atau sistem komunikasi tanpa kabel mendominasi perkembangan bidang ini. Penetrasi telepon seluler sangat tinggi dan luas sampai daerah-daerah terpencil. Perkembangan teknologi sistem seluler memang sangat pesat. Belum genap teknologi 3G diterapkan di semua daerah, sudah muncul generai 3.5G HSDPA dan sebentar lagi akan muncul 4G. Komunikasi dengan kecepatan tinggi dan bandwidth yang besar memang seakan akan berlomba dengan berbagai macam aplikasi komunikasi yang membutuhkan throughput besar seperti layanan video streaming pada sistem seluler.

Perkembangan teknologi komunikasi data juga sangat pesat. Internet sudah menjangkau berbagai pelosok. Perilaku komunikasi antar masyarakatpun mulai bergeser. Lalu lintas data di internet semakin lama semakin besar. Aplikasinya pun tidak semata hanya teks tapi sudah melayani voice dan video. Komunikasi murah lewat internet memang sangat menjanjikan untuk di kembangkan. Layanan voip yang menyediakan layanan percakapan dan video call yang murah tidak seharusnya menjadi ancaman bagai berbagai operator telekomunikasi fixed line maupun seluler. Layanan murah telepon tidak akan mematikan operator telekomunikasi karena seperti kita liat sekarang bahwa telah ada pergeseran prioritas layanan oleh para operator. layanan internet sekarang cukup diperhitungkan oleh berbagai operator telekomunikasi, dan akan menjadi layanan utama seiring perkembangan teknologi internet.

Dibalik itu semua, pengembangan teknologi perangkat, teknologi jaringan dan berbagai teknologi pendukung lainnya menjadi bidang yang sangat menjanjikan. Akankah kita akan ambil bagian pada bagian vital ini? ataukah kita hanya akan menjadi penonton, menjadi konsumen yang setia dan menjadi operator pelayanan telekomukasi tanpa sedikitpun ambil bagian dalam pengembangan perangkat telekomunikasi dan iovasi teknologinya. Memang sangat menyenangkan mengurusi aliran dana triliunan rupiah tanpa usaha untuk mengembangkan perangkat sendiri. Alasan klasik biaya riset perangkat yang mahal dan tidak adanya industri manufaktur elektronik pendukungnya membuat perusahaan telekomunikasi di indonesia semakin tenggelam dalam arus teknologi.

Ditulis oleh: Dhidik Prastiyanto

Written by dhidikp

October 22, 2009 at 10:21 pm

Dampak Globalisasi

leave a comment »

Dampak globalisasi sangat terasa di setiap aspek kehidupan. Globalisasi sendiri merupakan proses bercampurnya sendi-sendi ekonomi, budaya, kehidupan sosial nasional dan regional dalam satu jaringan dunia. Pada tulisan ini akan dibahas mengenai dampak globalisasi dalam kaitan kita mempersiapkan diri menghadapi arus globalisasi yang sangat kuat.

Pengaruh globalisasi memang hampir merata di segala aspek. Berikut akan dijelaskan secara singkat dampak positif dan negatif globalisasi berdasarkan keterbatasan pengetahuan penulis.
1. Bidang pendidikan
Pada bidang ini, standar evaluasi, kurikulum, pendanaan, standar pengajar sangat terasa tekanan regional maupun internasional. Pada tingkat universitas tuntutan untuk penyesuaian berstandar iinternasional semakin terasa. Eksodus mahasiswa kita ke negara tetangga dan mulai masuknya perguruan tinggi asing jelas akan mengancam eksistensi perguruan tinggi lokal. Akan lebih baik jika di setiap jenjang pendidikan sudah seharusnya menyiapkan anak didiknya untuk bersaing secara global sehingga nantinya mampu memasuki pasar kerja internasional atau bahkan menciptakan lapangan kerja yang luas bagi pencari kerja internasional. Jika lembaga dan insttusi pendidikan berdiam diri tanpa berusaha mensejajarkan dengan perguruan tinggi di negara lain, maka banyak mahasiswa yang enggan menuntut ilmu di perguruan tinggi tersebut. Sebaliknay sebuah perguruan tinggi yang maju akan mampu menarik mahasiswa dari banyak negara lain. Contoh konkritnya Australia yang mampu mengemas pendidikan menjadi bisnis yang menarik.
2. Bidang ekonomi
Efek pasar bebas membuat banyak masalah terhadap perekonomian suatu bangsa. Produk lokal yang dulu menguasai pasar akhirnya tergeser dengan produk impor yang lebih murah. Persaingan secara internasional terkadang serasa tidak adil bagi pelaku ekonomi kecil yang di negara kita khususnya kurang diperhatikan. Contoh nyatanya adalah nasib petani yang kian tidak menentu karena kurangnya pengetahuan dan ketrampilan untuk bersaing secara nasional dan kurangnya dukungan baik pendanaan maupun prasarana dan sistem yang bagus dari pemerintah. Dampak positif dari globalisasi kita dapat memasarkan produk ke negara lain dan adanya banyak kemudahan dalam bidang ekspor dan import.
3. Politik
Sudah menjadi rahasia umum bahwa negara-negara maju sangat mempengaruhi secara langsung maupun tidak langsung terhadap kehidupan politik negara berkembang. Upaya pemerintah untuk meminimalkan tekanan politik dari luar adalah suatu syarat untuk mempertahankan eksistensi kita.
4. Bahasa
Pengusaan bahasa internasional menjadi suatu kewajiban jika ingin bersaing secara global. Tuntutan ini harus disadari kalau tidak ingin tersisih dari pergaulan global. Banyak yang latah dari sejak mulai bisa bicar diajarkan bahasa asing. Ini akan membuat identitas si anak tidak jelas karena belajar bahasa asing tidak dilingkungannya dan dijadikan bahasa pertama. menurut pendapat penulis tidak perlu sampai bahasa asing dijadikan bahasa pertama, cukuplah menjadi bahasa kedua dan ketiga tetapi mulai diajarkan saat memasuki usia sekolah sehingga penguasaan bahasa asingnya cukup bagus untuk dapat bersaing secara internasional.
5. Infomasi
Informasi merupakan salah satu aspek yang sekarang benar-benar sudah dapat diakses dari segala penjuru dunia. Internet berperan vital dalam mendorong globalisasi informasi. Keterbatasan informasi tentang kondisi di belahan dunia lain bukan menjadi kendala lagi sekarang. Informasi tersebut tidak selamanya positif, seharusnya di dunia pendidikan diajarkan cara mencari informasi dan mensikapi informasi yang didapatkan. Semua sumber belajar hal yang baik ada di internet, tetapi sebaliknya juga semua sumber belajar yang buruk juga ada di internet.
6. Teknologi
terkait dengan informasi yang dapat diperoleh secara global. Sebagai contohnya dengan mudah kita dapat mencari produk apa yang banyak dicari melalui mesin-mesin pencari online. Informasi-informasi penting tentang potensi suatu bangsa, kebutuhan suatu daerah dapat dijadikan analis pengembangan produk oleh negara lain yang akhirnya memasarkannya ke negara yang bersangkutan. Kalau tidak pandai-pandai mengelola informasi dan menjadikannya dasar pengembangan bisa-bisa kita menjadi kuli di negeri sendiri. Memang sudah terjadi demikian di bidnag teknologi, kita hanyalah bangsa perakit, pemakai dan operator dari suatu teknologi.
Sudah jelas terlihat tanda-tanda kita akan menjadi kuli di negara sendiri.
7. Budaya
Secara sadar ataupun tidak kebudayaan lokan akan terkikis oleh pengaruh global. Kesenian-kesenian tradisional dan budaya leluhur menjadi tidak populer lagi dikalangan anak negeri. Suatu ancaman terhadap identitas suatu bangsa yang harus disadari oleh semua pihak. Pelajaran di sekolah yang berulang-ulang disampaikan untuk mengambil budaya yang baik dan menangkal budaya yang buruk seolah hanya kata-kata usang yang tidak ada efeknya. Memang perlu langkah nyata untuk membuat generasi penerus mencintai kebudayaannya sendiri. penanaman rasa bangga terhadap kebudayaan sendiri dengan diiringi mempelajari dan mempraktekkan budaya dan adat leluhur tidak akan membuat kita terkucil dari pergaulan internasional. Justru jika konsisten nilai-nilai seni dan budaya itu akan mampu menjadi daya tarik tersendiri yang akhirnya akan mengangkat sektor lain seperti sektor ekonomi (pariwisata). Contoh sederhananya, berapa anak-anak kita yang kita ajari untuk menari serimpi atau diajari kesenian kesenian lainnya. Lebih populer untuk menkursuskan anak bermain musik-musik Barat. hasilnya sudah bisa ditebak bahwa lama kelamaan budaya dan kesenian kita akan tinggal kenangan.

Demikian sedikit ulasan tentang dampak globalisasi yang mungkin merupakan informasi yang sudah usang. Hanya sedikit upaya untuk saling mengingatkan.

Sumber:
1. http://faculty.ed.uiuc.edu/burbules/papers/global.html
2. http://en.wikipedia.org/wiki/Globalization

Written by dhidikp

October 12, 2009 at 11:08 pm

Kerjasama Universitas dan Industri

with one comment

Tulisan kerjasama universitas dan industri ini adalah pendapat pribadi mengenai perlunya kerjasama yang erat antara pendidikan dan calon penggunanya.

Saat itu pagi-pagi sekali saya bangun dan bergegas menuju Universitaet Karlsruhe karena hari ini akan ada ekskursi ke perusahaan Rohde & Schwarz di Muenchen. Sebenarnya sebagai doktorand saya tidak ada kewajiban untuk kuliah, tetapi sebagai seorang dosen saya iingin mengetahui mengapa pendidikan di Jerman sangat maju dan mampu menghasilkan karya-karya yang berkualitas tinggi. Mata kuliah yang saya ikuti dalam silabusnya terdapat satu kali kunjungan ke perusahaan. Memang di jurusan saya banyak matakuliah yang didalamnya terdapat ekskursi ke perusahaan.

Kami sekitar 20 mahasiswa berangkat dari Karlsruhe jam 6 pagi menggunakan bis yang disewa universitas ke muenchen. Mahasiswa hanya membayar 5 euro untuk mengikuti ekskursi ini, tahun-tahun sebelumnya gratis. Kami akhirnya sampai muenchen dan langsung menuju kantor perusahaan Rohde dan Schwarz. Sesampainya di perusahaan tersebut kami disuguhi presentasi tentang perusahaan dan presentasi teknis tentang sistem televisi digital yang diproduksi oleh rohde n schwarz. Peralatan seperti konektor koaxial yang sangat besar (berdiameter 30 cm), combiner dan berbagai peralatan lainnya. Setelah penjelasan dengan berbagai contoh peralatan, mahasiswa diajak mengunjungi implementasi tv digital yang sejak lama telah beroperasi di wilayah munchen. Fernsehen Turm di munchen adalah contoh stasiun tv digital yang menggunakan peralatan dari Rohde and Schwarz.

Pada akhir acara mahasiswa diminta untuk mengisikan data diri dan pertanyaan ketertarikan untuk melakukan diplomarbeit, praktikum ataupun bekerja di rohde n schwarz selepas lulus. Yang perlu menjadi catatan bahwa perusahaan tersebut melakukan follow up dengan mengirim ke email masing-masing peserta tentang lowongan yang tersedia. Hubungan harmonis tersebut merupakan salah satu faktor majunya universitas di Jerman. Memang dalam hal riset universitas di Jerman merupakan pioneer yang mengambil inisiatif pengembangan teknologi maupun menyelesaikan permasalahan yang ada atau permintaan dari dunia industri. Mahasiswa biasanya diberi kebebasan untuk mengembangkan ide-ide penelitian yang ada kaitaannya dengan industri ataupun murni pengembangan teori dan teknologi.

Universitas dan pusat riset juga banyak mendapatkan dana penelitian dari perusahaan dengan bentuk penelitian kerjasama dengan industri. Kesinambungan kerjasama tersebut terjaga karena perusahaan banyak mendapatkan inovasi dan pengembangan produk dan teknologinya dengan rintisan penelitian yang berasal dari universitas. Sebagai contoh peralatan pemanas dengan gelombang mikro untuk skala industri dikembangkan dengan kerjasama antara laboratorium tempat saya meneliti dengan industri.

Di Indonesia pola hubungan yang harmonis tersebut bisa diawali dengan kesiapan sumber daya manusia di universitas dan kemauan industri untuk menggunakan jasa universitas. Penelitian-penelitian yang dilakukan bisa dikembangkan untuk mendukung kemajuan industri. Kegiatan kunjungan ke perusahaan yang biasanya hanya seremoni KKL bisa diubah menjadi bentuk pengenalan industri pada mahasiswa sehingga terdapat gambaran yang utuh tentang mata kuliah yang didapatkan. Yang dialami banyak mahasiswa selama studi S1 dan S2 di Indonesia adalah berangan-angan membayangkan implementasi suatu teori atau konsep tanpa pernah melihat penerapan secaranya nyata. Dengan pengenalan sejak awal akan membuat angan-angan tadi menjadi suatu ide kreatif untuk mengembangan suatu teknologi dan berbagai karya lainnya yang bermanfaat. Seperti pepatah tak kenal maka tak sayang. Universitas dan industri memang harus saling mengenal dan sama-sama berusaha meningkatkan partisipasi dalam memajukan kedua belah pihak. Mari kita bina hubungan kerjasama universitas dan industri sehingga semboyan link and match tidak hanya menjadi slogan semata.

Ditulis oleh
Dhidik Prastiyanto

Written by dhidikp

June 16, 2009 at 10:16 pm

Etika Menulis di Internet

with 8 comments

Tulisan etika menulis di internet ini adalah pendapat pribadi tentang sopan santun menulis di dunia maya. Seperti yang telah ditulis dalam tulisan sebelumnya tentang etika komunikasi di milis, bahwa dunia maya juga mempunyai aturan-aturan dan sopan santun yang harus kita pahami. Sering sekali seseorang dengan seenak hati menulis di blog, mengirimkan pesan melalui email, mengirimkan atau mempublish dokumen elektronis lainnya (gambar, video, tulisan dan bentuk2 lainnya) tanpa memperhatikan aturan dan etikanya.

Sebagai orang yang sering memanfaatkan internet untuk keperluaan sehari-hari sebaiknya kita membaca undang-undang transaksi elektronis yang telah disyahkan pada tahun 2008. Undang undang tersebut dapat didownload dari website http://www.ri.go.id yang linknya di sini. Kita dapat langsung membaca bab VII yang mengatur tentang tindakan yang dilarang.

Perbuatan-perbuatan yang dilarang tersebut adalah sebagai berikut:
1. Mengirimkan dan mendistribusikan dokumen elektronis yang bersifat pornografi, judi, mengina dan mencemarkan nama baik, mengancam, membohongi dan menyesatkan, menyinggung SARA dan menakut-takuti.
Jadi mengirimkan email ke seseorang yang bernada ancaman bisa dijerat dengan pasal perbuatan terlarang yang menyangkut ancaman.

2. Dengan sengaja tanpa hak mengakses komputer orang lain dengan tujuan memperoleh informasi atau dokumen elektronik, dengan sengaja melakukan pembobolan, penerobosan dan melampui sistem keamanan elektronis.
Jadi mengakses komputer orang lain tanpa ijinpun bisa dituntut ke pengadilan.

3. Melakukan penyadapan terhadap informasi elektronis atau dokumen elektronis.
Yang gemar menggunakan program key logging terjerat dalam perbuatan ini.

4. Melakukan perbuatan yang menyebabkan terganggunya sistem elektronis.
Melakukan spam untuk membuat sebuah website tidak berfungsi bisa dikategorikan dalam perbuatan ini.

5. Tanpa hak melakukan penggandaan, mendistribusikan atau memproduksi sesuatu yang digunakan untuk mendukung keperluan melakukan perbuatan yang dilarang yang telah disebutkan diatas. Jadi sebagai contoh seorang programmer yang dengan sengaja membuat suatu rutin untuk membobol sistem keamanan bank dapat dikenakan ancaman hukuman (kecuali dengan tujuan penelitian, pengujian sistem keamanan bank tersebut dan memang pihak bank menugaskan programmer tersebut).

6. Memanipulasi, mengubah, mengilangkan merusak dengan tujuan menjadikan suatu informasi elektronis atau dokumen elektronis seperti otentik.
Misalkan kita memanipulasi isi transkrip kita dan mengirimkannya sebagai persyaratan untuk melamar beasiswa sudah masuk dalam kategori ini. Apalagi yang dengan sengaja membuat suatu program untuk memalsukan tanda tangan elektronis (yang dimaksud tanda tangan elektronis bukanlah tanda tangan yang discan, tetapi sebuah kunci yang digunakan untuk authentikasi seseorang atau lembaga)

Untuk pembuktian bahwa seseorang melakukan perbuatan terlarang tersebut harus melalui proses pembuktian yang dapat dipertanggungjawabkan. Misalkan seseorang mengirimkan email berupa ancaman harus dibuktikan apakah email tersebut diakses oleh pemiliknya atau orang lain telah membobol email tersebut. Penyidikan tersebut harus memperhatikan integritas data dan prosedur standar internasional untuk penyidikan kasus yang melibatkan bukti elektronis.
Prasarana pendukung pelaksanaan undang-undangan informasi transaksi elektronis seharusnya disiapkan secara maksimal. Sebagai contoh persiapan untuk mengetahui keaslihan bukti digital yang tentu melibatkan bidang digital forensics. Prinsip dasar dalam digital forensics seperti persiapan investigator, pengumpulan data atau bukti, meneliti dan mencermati bukti, menganalis dan melaporkan hasil investigasi harus memenuhi suatu standar yang menjamin proses tersebut valid. Jadi dari semua aspek, orang, alat, metode dan prosedur harus sesuai aturan.

Sebenarnya hal yang paling sederhana yang dapat dilakukan pada saat menulis di dunia maya adalah meningkatkan kehati-hatian. Pikirkan kembali segala sesuatu sebelum menulis di internet. Efek dari tulisan bisa berakibat pada urusan hukum. Tulisan yang dimuat pada media yang tidak dalam kendali misalkan maling list tidak akan bisa dihapus tanpa bantuan administrator. Demikian juga tulisan di blog yang akhirnya menyebar karena dicopy oleh banyak pihak. Untuk itu dalam menulis haruslah dipikirkan tujuan yang hendak dicapai dari tulisan tersebut dan kita siap menanggung resiko dari apa yang kita tulis.

Untuk menulis kita harus memikirkan akibat dari tulisan tersebut lebih lanjut, misalkan tulisan kritik terhadap suatu instansi harus dipikirkan juga dampak tulisan tersebut terhadap instansi tersebut. Adakalanya karena menurutin keinginan setelah kita dirugikan suatu instansi, kita menulisnya dengan tujuan membuat instansi tersebut bangkrut atau menderita. Seharusnya kritik lebih diarahkan untuk membuat pelayanan suatu lembaga meningkat. Kritik yang dimaksudkan untuk membuat suatu lembaga jatuh akan berakibat fatal karena adakalanya ribuan orang menggantungkan penghasilannya dari sebuah lembaga tersebut. Jadi sebelum mengkritik di media online kita bisa melayangkan protes atau keluhan secara langsung kepada lembaga tersebut, jalur hukumpun bisa ditempuh jika protes dan keluhan tersebut diabaikan. Media online bisa menjadi sangat fatal akibatnya karena sifatnya yang sangat mudah menyebar.

Memang benar adanya bahwa kita mempunyai kebebasan berpendapat, tetapi kebebasan berpendapat itu juga ada batasannya yaitu hak orang lain. Selama pendapat tersebut tidak merugikan orang lain dan bermanfaat, kita tidak perlu takut untuk menulis. Yang sering saya tegaskan adalah kita harus mengerti tentang etika menulis, seperti menggunakan inisial untuk menunjuk ke seseorang jika bermaksud mengambil pengalaman tentang suatu kasus. Intinya yang harus dikritik di media adalah tindakan yang salah dan bagaimana solusinya supaya hal itu tidak terjadi lagi.

Ditulis oleh:
Dhidik Prastiyanto